Minggu, 21 Jun 2026 01:56 WIB

Tak Ada Jejak Gangguan Jiwa Pada Ibu Pembakar Bayi di Madiun

  • Penulis :
  • | Rabu, 08 Feb 2023 13:06 WIB
Evakuasi bayi dibakar di Madiun (Foto: Satreskrim Polres Madiun)
Evakuasi bayi dibakar di Madiun (Foto: Satreskrim Polres Madiun)

jatimnow.com - Ibu berinisial Is (36), warga Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun yang membakar bayi hingga tewas disebut tidak pernah mengidap gangguan jiwa.

Keterangan itu diperoleh Tim Satreskrim Polres Madiun setelah memeriksa sejumlah saksi, mulai ibu Is, keluarga dan tetangganya.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

"Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi yang kami kumpulkan, yang bersangkutan normal dan tidak ada riwayat gangguan kejiwaan," jelas Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Danang Eko Abrianto, Rabu (8/2/2023).

Namun hingga hari ini belum banyak informasi yang bisa dikorek dari pelaku, lantaran kondisinya masih belum stabil setelah melahirkan.

"Yang bersangkutan masih dalam perawatan di rumah sakit," tegas Danang.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Pelaku dibawa ke rumah sakit oleh polisi, setelah diamankan saat bersembunyi di dalam hutan dekat kampungnya.

"Perkampungannya itu memang di dalam hutan. Nah, setelah membakar bayinya itu, yang bersangkutan lari ke hutan. Di sanalah kami amankan yang bersangkutan sebelum 24 jam setelah kami menerima laporan," papar Alumni Akpol 2013 itu.

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

Kasus itu terbongkar saat ibu pelaku datang ke rumah pelaku lantaran tidak melaihat pelaku keluar rumah. Saat itu ibu pelaku mendapati banyak darah di kamar anaknya.

Karena curiga, ibu pelaku meminta tolong tetangga untuk melakukan pengecekan. Saat dicek itulah, tetangga mendapati bayi bernama Fajar itu dalam kondisi gosong di dalam tungku, sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (6/2/2023).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.