Kamis, 18 Jun 2026 03:20 WIB

Terinspirasi Bus Macito, Pemkot Batu Wacanakan Kendaraan Penunjang Wisata

Dokar sebagai salah satu kendaraan wisata di Kota Batu. (Foto: Prokopim Pemkot Batu)
Dokar sebagai salah satu kendaraan wisata di Kota Batu. (Foto: Prokopim Pemkot Batu)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Batu berencana menghadirkan kendaraan khusus penunjang wisata.

Sejauh ini Kota Batu hanya memiliki dokar dan odong-odong. Harapannya jika ada kendaraan seperti Bus Macito di Kota Malang, magnet wisata di Kota Batu melejit.

Baca Juga: Bluebird Perkuat Konektivitas Surabaya Lewat Layanan Multimoda

Hadirnya Bus Macito terbilang berhasil melahirkan daya tarik lain. Warga dan wisatawan bisa berkeliling Kota Malang dari atas shuttle bus.

Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyebut ketertarikannya menghadirkan kendaraan tersebut untuk mendukung wisata dan memunculkan ikon baru. Tetapi masih membutuhkan waktu, sebab harus dipikirkan pula infrastruktur penunjang lain.

"Contohnya tempat parkir, rest area, juga harus ada terminal C. Semua harus disiapkan dulu sebelum melangkah ke pengadaan kendaraan wisata. Jika tidak dipenuhi dikhawatirkan akan muncul masalah-masalah baru," ungkapnya, Selasa (7/2/2023).

Ia mengaku belum punya gambaran utuh terkait kendaraan wisata apa yang cocok dihadirkan di Kota Batu. Untuk itu, Aries mulai menggodok rencana itu selama menjabat Pj.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Resmi Tutup Satgas RAFI 2026

"Infrastruktur penunjang harus disiapkan lebih dahulu, mungkin bisa kita realisasikan 1 sampai 2 tahun mendatang," bebernya.

Sementara itu wisatawan asal Sumenep, M Noer Hadi mengatakan agar Kota Batu memiliki semacam bus atau kendaraan wisata dalam kota.

"Saya kira bus wisata itu pas banget kalau ada di sini. Jadi pengunjung bisa lebih puas jalan-jalan. Kenapa gak ada bus wisata gitu ya disini?" ujarnya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Selama ini, ketika berkunjung ke Alun-Alun Kota Batu, praktis hanya melakukan aktivitas jalan-jalan. Tak jarang, ia harus menyewa skuter untuk anaknya agar tak bosan.

"Jika saja ada bus wisata yang memiliki rute keliling tentu lebih seru," tutupnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.