Pertamina Patra Niaga Resmi Tutup Satgas RAFI 2026
- Penulis : Ali Masduki
- | Selasa, 07 Apr 2026 13:17 WIB
jatimnow.com - Mobilitas masyarakat Jawa Timur sepanjang masa libur Lebaran 2026 berjalan tanpa kendala pasokan energi yang berarti.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang
Pertamina Patra Niaga secara resmi mengakhiri masa tugas Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026 pada pekan pertama April ini setelah memastikan distribusi BBM Jatim tetap stabil di tengah lonjakan permintaan yang signifikan.
Data operasional menunjukkan tren konsumsi energi masyarakat selama periode mudik dan balik mengalami kenaikan yang tajam.
Produk Gasoline (BBM bensin) tercatat melambung hingga 19% dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal.
Tren serupa juga terjadi pada sektor transportasi udara dengan kenaikan permintaan Avtur sebesar 13%, serta kebutuhan rumah tangga LPG yang terkerek naik 6,2%.
Sebaliknya, permintaan Gasoil (diesel) justru menyusut seiring jeda operasional sektor industri dan pembatasan angkutan logistik selama libur panjang.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menyatakan keberhasilan pengamanan energi ini merupakan buah kolaborasi lintas sektoral.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, hingga mitra Hiswana Migas yang membantu kelancaran distribusi dari hulu ke hilir.
"Terima kasih kepada seluruh tim yang bersiaga penuh di lapangan, serta dukungan keluarga yang menjadi pilar di balik kelancaran operasional selama masa Satgas," tutur Iwan di Surabaya.
Kehadiran fasilitas pendukung di titik-titik krusial dinilai menjadi salah satu faktor penekan angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur tahun ini.
Baca Juga: Libur Panjang Idul Adha 2026, Tol Pandaan-Malang Dilintasi 225 Ribu Kendaraan
Merujuk data Polda Jatim, penurunan rasio kecelakaan terbantu oleh pengaturan arus yang baik serta ketersediaan tempat istirahat yang memadai.
Pertamina mengambil peran lewat penyediaan Serambi MyPertamina, salah satunya di SPBU KM 66A ruas tol Malang-Pandaan.
Fasilitas ini menawarkan layanan gratis seperti area istirahat, klinik mini, ruang menyusui, hingga pangkas rambut, yang memungkinkan pengemudi memulihkan kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memaparkan bahwa ketahanan stok nasional selama periode puncak berada di level aman, yakni berkisar 8 hingga 15 hari.
Kekuatan infrastruktur energi di Jawa Timur didukung oleh jaringan distribusi yang sangat luas. Hal ini tercermin dari keberadaan 6 Terminal BBM (Fuel & Integrated Terminal) sebagai pusat suplai utama.
Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Kawasan Wisata Probolinggo
Selain itu, jangkauan layanan ke masyarakat diperkuat oleh 1.016 SPBU serta 33 SPBUN yang dikhususkan bagi para nelayan.
Tidak hanya itu, ketahanan energi di sektor domestik dan transportasi udara juga terjamin berkat dukungan 969 Agen LPG dan 6 Aviation Fuel Terminal yang beroperasi di bandara-bandara utama.
"Seluruh operasional kami pantau melalui sistem monitoring digital secara real-time selama 24 jam. Ini memastikan setiap lonjakan permintaan di titik tertentu bisa langsung terdeteksi dan teratasi," jelas Ahad.
Meski Satgas telah berakhir, Ahad memastikan hasil evaluasi lapangan akan menjadi basis data untuk mempertajam strategi distribusi di masa mendatang.
Fokus pengembangan bakal diarahkan pada peningkatan layanan di wilayah dengan tantangan geografis berat guna menjamin pemerataan akses energi bagi masyarakat.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83563-pertamina-patra-niaga-resmi-tutup-satgas-rafi-2026