Minggu, 21 Jun 2026 23:17 WIB

Ibu-ibu Warga Lakardowo Gelar Aksi Diam di Depan Kantor Gubernur Jatim

Aksi 'diam' yang digelar oleh Warga Lakardowo di depan kantor Gubernur Jatim
Aksi 'diam' yang digelar oleh Warga Lakardowo di depan kantor Gubernur Jatim

jatimnow.com - Ibu-ibu warga Dusun Sambigembol yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Lakardowo Mandiri (Green Woman) menggelar aksi "diam" di depan kantor gubernur Jawa Timur. Kamis (9/8/2018). Mereka menuntut kejelasan hasil audit kasus limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang mencemari lingkungan yang  mereka tinggali di Desa Lakardowo, Jetis, Mojokerto.

Dalam aksinya, sepuluh ibu-ibu berbaju hijau itu hanya duduk berjejer di trotoar depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Timur. Meski tak satupun dari mereka melakukan orasi, tapi aksi menghadang Gubernur Jatim Soekarwo saat pulang berkantor itu mampu menyita pandangan pengguna jalan saat melintas di Jalan Pahlawan atau tepat di samping kantor gubernur Jawa Timur.

Menurut pantauan jatimnow.com dilokasi, Sembari mengenakan caping (topi petani) dan membawa bendera merah putih, mereka bertahan dari teriknya matahari mulai pagi hingga siang hanya untuk menyanggong Gubernur Soekarwo guna menanyakan hasil audit lingkungan PT. Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) yang dilakukan pemerintah Provinsi Jatim sejak dua tahun lalu namun hingga kini tak menemukan ujungnya.

"Kami penduduk Lakardowo sudah dua tahun ini dibiarkan oleh Gubernur Jatim untuk hidup di dalam cengkraman limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Padahal dari dua tahun lalu pemprov melakukan audit lingkungan tapi hingga kini tidak rampung," tutur Sutamah (42) salah satu ibu yang mengikuti aksi itu.

Menurutnya, Gubernur Jatim Soekarwo selama ini juga seolah pasif dan membiarkan penduduk Lakardowo sehingga ratusan warga Lakardowo mulai balita hingga ibu-ibu terdampak penyakit kulit dan pernapasan.

"Kami khawatir dampak pembiaran ini akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang berkesinambungan. Maka kami menuntut hak atas lingkungan hidup yang baik sebagaimana UUD 45 Pasal 28 H," kata Sutamah saat diwawancarai.

Ia meminta Soekarwo (Pakde Karwo) untuk mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  agar segera mengumumkan  hasil audit lingkungan PT. PRIA selambatnya akhir Agustus 2018 ini.

"Kami juga meminta Pakde Karwo mendesak KLHK untuk segera melakukan clean up, pembersihan limbah B3 di Desa Lakardowo," kata Sutama.

Saat ditanya sampai kapan aksi yang digelarnya itu berlangsung? Sutamah mengatakan sampai bertemu dengan Gubernur Soekarwo. Namun jika tidak ditemui esok hari ia akan menggelar aksi serupa.

"Intinya aksi disini itu untuk menemui Pakde sepulang ia berkantor. Jika tidak ditemui besok kita aksi lagi, pokokbya sampai bertemu dan kami menyampaikan aspirasi kami," pungkasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.