Jumat, 19 Jun 2026 04:30 WIB

Sebelum Meninggal, Mahasiswa di Surabaya itu Cerita Sering Dihajar Senior

Tangkapan layar video CCTV lokasi mahasiswa politeknik di Surabaya diduga dianiaya
Tangkapan layar video CCTV lokasi mahasiswa politeknik di Surabaya diduga dianiaya

jatimnow.com - MR (20), mahasiswa politeknik di Surabaya timur asal Mojokerto, pernah bercerita sering dihajar seniornya sebelum meninggal dunia.

Ayah korban, Muhammad Yani mengatakan, anaknya yang baru 5 bulan kuliah di politeknik itu pernah bercerita kepada ibunya, bahwa dirinya sering dibully dan dihajar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Cerita ke ibunya kalau sering dibully, dihajar seniornya. Kayaknya dia gak kerasan gitu. Malah bilang gini: "kalau saya gak kuat, saya keluar. Kalau kuat saya teruskan". Bilang seperti itu," terang Yani kepada jatimnow.com, Senin (6/2/2023).

Menurut Yani, anaknya sering mendapatkan tindak kekerasan dari seniornya, sehingga merasa tidak betah di kampus.

"Jadi anaknya sering mendapati tindak kekerasan dari seniornya," tegas dia.

Kasus itu telah dilaporkan Yani ke Polsek Gununganyar, Polrestabes Surabaya. Laporan polisi ia buat setelah melihat jenazah anaknya di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Yani menyesalkan langkah pihak politeknik yang memberi kabar dua jam setelah nyawa anaknya melayang.

"Saya lihat anak saya di kamar mayat rumah sakit. Dikabari sudah meninggal. Waktu dikabari dua jam dari meninggalnya. Dari pihak poltek itu mengabari keluarga dua jam lebih. Ngapain dalam tenggang dua jam tidak langsung kabari keluarga," ungkap Yani.

Yasin menambahkan, dari rekaman CCTV yang ia peroleh, anaknya ada yang meminta masuk ke kamar mandi dan di dalam sudah ada tiga orang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kondisi jenazah, bibir robek, bengkak, memar di seluruh badan, leher, pipi itu kelihatan. Kalau dari CCTV di luar satu dan di dalam yang keluar habis aniaya tiga. Setelah itu anak saya tidak keluar. Ketiganya naik tangga dan temannya masuk dan mengangkat jenazah. Meninggal di kamar mandi senggang lima sampai enam menit," beber dia.

Kasus tersebut saat ini dalam penanganan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tim yang dibentuk berencana membongkar makam korban untuk mengautopsi jenazah korban.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.