Kamis, 11 Jun 2026 16:53 WIB

Disangka Petir, Ternyata Ledakan dari Kantor Percetakan yang Terbakar

  • Penulis :
  • | Sabtu, 10 Mar 2018 11:48 WIB
Saksi mata Muji (pakai sarung, berkaos hitam) saat ngobrol bersama teman satu mess.
Saksi mata Muji (pakai sarung, berkaos hitam) saat ngobrol bersama teman satu mess.

jatimnow.com - Kobaran api yang membuat bangunan CV Mataram Offset Printing, Jalan Kapas Madya Barat Gg 1 No. 8 Surabaya, ludes, ternyata merembet.

Api juga menyambar lantai atas rumah nomor 6, yang berada tepat disamping gudang tersebut.

Rumah itu merupakan mess pekerja perusahaan catering. Salah satu yang menempati adalah Muji (32), istri dan anaknya yang masih berumur 9 tahun.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Dalam pengakuannya, Muji menyebut bahwa dirinya lah yang pertama kali melihat gudang printing itu terbakar.

"Saya tidur di lantai atas mess bersama istri dan anak saya. Sekitar pukul 02.00 Wib, saya mendengar satu kali ledakan dan bunyi rintik-rintik. Saya kira itu suara petir kemudian hujan," aku pria asal Bangkalan Madura ini kepada jatimnow.com, Sabtu (10/3/2018).

Namun, dugaan Muji ternyata salah. Istrinya berteriak, 'kebakaran yah'. Muji sontak berdiri dan turun ke lantai dasar kemudian keluar mess.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dia melihat kobaran api tepat di tengah gudang printing itu. Dia kembali naik ke atas mess dan berteriak agar semua penghuni mess keluar.

"Ada 9 orang yang tidur di mess," sambungnya.

Muji akhirnya turun dan keluar mess sambil menggendong anaknya. Dia tidak sempat membawa apa-apa kecuali pakaian yang menempel di tubuhnya. Begitu pula istri, anaknya dan semua penghuni mess. Sebab, api mulai menyambar mess bagian atas. Tiga kamar dan satu gudang yang ada di lantai atas mess.

Baca juga: Terbakar Hebat, Bangunan Percetakan Luluh Lantak

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Semua barang kami habis. Ini saja, sarung dan kaos, saya pinjam. Ada uang, tiga BPKB dan STNK yang belum kami temukan. Tapi alhamdulillah, nyawa kami semua selamat," ungkap Muji dengan logat khas Madura.

Saat ini, Muji dan kawan-kawannya diliburkan. Wajah Muji juga masih nampak pucat. Raut sedih terlihat dari wajahnya. Muji hanya berharap, ada ganti rugi atas kejadian yang menimpa dirinya juga teman-temannya.

"Kami masih belum bisa bereskan puing-puing di lantai atas. Kami masih bingung dan tidak menyangka," tutup pria yang menempati mess sejak tahun 2000 itu.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.