Kamis, 18 Jun 2026 23:11 WIB

Legitnya Jumbrek Lamongan, Kudapan Jadul yang Tak Tergantikan

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memegang memamerkan jumbrek. (foto : IG. khofifah.ip)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memegang memamerkan jumbrek. (foto : IG. khofifah.ip)

jatimnow.com - Pernah mendengar jumbrek? Jika belum, jumbrek merupakan kuliner berupa makanan ringan khas Lamongan. Namanya memang sedikit asing di telinga warga non-Lamongan.

Tapi makanan ringan atau kudapan ini wajib dijajal bila melintas atau memang mampir ke Kota Soto. Jangan tanya rasanya, legit dan manis!

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Sebetulnya, jumbrek hanya bisa dijumpai di Kecamatan Paciran, Lamongan utara. Kudapan ini juga menyandang predikat legendaris.

Usut punya usut, jumbrek diduga sudah ada antara abad 15 hingga 16. Dulunya kudapan tersebut menjadi suguhan yang dihidangkan untuk para tamu saat berkunjung ke rumah wali atau sunan.

"Sejak dulu, Jawa bagian pesisir utara kerap jadi salah satu sasaran dakwah para wali. Nah, jumbrek inilah hidangan favorit sejak abad ke-15 hingga 16," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubikah Senin (6/1/2023).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Selain menjadi hidangan para wali, Rubikah menerangkan bahwa jumbrek telah menjadi salah satu makanan tradisional yang wajib ada dalam acara tradisi sedekah bumi yang digelar di kawasan setempat.

Sebetulnya jumbrek terbuat dari bahan-bahan seperti tepung beras, santan kelapa dan gula merah siwalan yang sangat khas. Ia menegaskan, jumbrek sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Paciran, Lamongan.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Jika musim nangka tiba, pembuatan jumbrek biasanya juga dicampur dengan potongan nangka untuk menambah cita rasa yang beragam. Kemudian dibungkus dengan daun lontar yang dibentuk kerucut lalu dikukus," tambahnya.

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati Jumbrek, bisa langsung membelinya di warung-warung yang berada di sepanjang Jalan Raya Paciran. Jumbrek dijual dengan harga Rp20 ribu-Rp30 ribu per ikatnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.