Sabtu, 13 Jun 2026 06:05 WIB

Pemkot Batu Kampanye 'Pasang Patok, Anti Cekcok, Anti Caplok'

Pemasangan patok secara simbolis melaluiu program PTSL di Kota Batu. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Pemasangan patok secara simbolis melaluiu program PTSL di Kota Batu. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 200 patok atau kayu pembatas tanah dipasang serentak menjadi penanda rangkaian program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), di Kota Batu Jumat (3/2/2023).

Pemasangan patok batas tanah itu dilakukan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, yang dipilih seabgai salah satu desa yang mendapat kucuran program PTSL tahun ini.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Selain Desa Pandanrejo, beberapa tempat lain juga dilakukan pemasangan 200 patok itu diantaranya Desa Punten, Bulukerto, Pesanggrahan dan Kelurahan Temas. Semua daerah itu mendapatkan program PTSL tahun ini, dengan total 5.007 bidang alokasi PTSL yang dialokasikan.

Kepala BPN Kota Batu, Haris Suharto menjelaskan kalau pemasangan tanda batas itu dilaksanakan oleh kementerian ATR-BPN secara serentak di 33 provinsi. Pemasangan dilakukan melalui program Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gema Patas) dengan tema 'Pasang Patok, Anti Cekcok, Anti Caplok'.

"Kebetulan di Kota Batu karena tanahnya sudah banyak yang terukur, sehingga sudah banyak yang terpasang patok. Nah, hari ini baru 200 patok yang sudah dipasang," katanya, Jumat (3/2/2023).

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Tujuan pemasangan tanda batas demi meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memelihara batas kepemilikan tanahnya untuk menghindari konflik atau kepemilikan tanah yang sering terjadi di masyarakat.

"Sejauh ini konflik terkait batas tanah di Kota Batu belum ada. Tapi kalau tumpang tindih batas, baik sebagai atau keseluruhan tanah hampir semua desa di Kota Batu ada. Namun volumenya sedikit," imbuh Haris.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Dia berharap, Kota Batu ke depannya bisa menjadi kota yang memiliki peta secara lengkap. Maka berbagai kepengurusan perihal tanah akan lebih mudah dan bisa dilakukan secara digital.

Sementara itu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai berharap tak hanya sebatas seremonial, namun ada tindaklanjut oleh BPN dan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih tenang saat memiliki tanah.
 
"Kami ingin, Kota Batu jadi kota lengkap. Sehingga seluruh bidang tanah terhindar dari sengketa. Dampaknya masyarakat Kota Batu punya investasi tanah yang dimiliki masyarakat, bukan dimiliki warga dari luar Kota Batu," tutupnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.