Jumat, 19 Jun 2026 09:25 WIB

Wisata Payung Kota Batu, Destinasi Favorit Remaja 90an yang Kini Sepi

Warung-warung sederhana yang berada di pinggir jurang tepi Jalan Raya Songgokerto yang terkenal disebut Payung kini sepi. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Warung-warung sederhana yang berada di pinggir jurang tepi Jalan Raya Songgokerto yang terkenal disebut Payung kini sepi. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warung-warung sederhana yang berada di pinggir jurang tepi Jalan Raya Songgokerto penghubung Kabupaten Malang dengan Kota Batu atau lebih dikenal dengan Payung, saat ini nampak sepi pengunjung. Padahal dulu merupakan wisata idola yang selalu ramai.

Di sana warung-warung menjual aneka makanan dan minuman sederhana seperti jagung bakar, sate, mie instan, olahan susu sapi, gorengan, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Era tahun 1990 hingga 2000 tempat ini merupakan jujukan wisatawan, baik warga Malang Raya maupun dari luar kota. Selain itu, banyak juga remaja yang menjadikan kawasan ini untuk nongkrong.

Salah satu pedagang, Joko (23) menjelaskan bila kondisi sepi sudah dirasakan oleh semua pedagang yang tersebar di 3 kawasan baik itu Payung 1, Payung 2 hingga Payung 3.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Penyebab sepinya karena banyaknya kafe-kafe bernuansa modern yang lebih digandrungi anak-anak muda sekarang. Kalau kami jujur saja gak bisa kayak gitu, apalagi jualannya sederhana," kata Joko, Kamis (2/2/2023).

Dirinya pun mengaku cuma bisa pasrah dan tetap semangat berjualan meski terkadang hanya ada satu atau dua pengunjung saja.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Bisanya cuma pasrah, pokok semangat jualan. Hasil banyak atau sedikit ya harus disyukuri. Harapan kami ada kepedulian dari Pemkot Batu misalnya memperbaiki fasilitas atau lainnya," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.