Rabu, 17 Jun 2026 23:34 WIB

Cara Dindik dan Polisi Lamongan Edukasi Warga Terkait Hoaks Penculikan Anak

Ilustrasi sejumlah anak SD di Lamongan saat pulang sekolah (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ilustrasi sejumlah anak SD di Lamongan saat pulang sekolah (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kabar hoaks penculikan anak sangat cepat menyebar hingga membuat masyarakat resah, temasuk di Lamongan.

Dinas Pendidikan (Dindik) Lamongan bersama kepolisian kini mengambil langkah untuk mengedukasi masyarakat.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi isu penculikan anak.

"Aturan surat edaran nggak ada. Cuma kami mengimbau agar tetap waspada, tapi juga harus tetap tenang jangan panik," terang Munif, Rabu (1/2/2023).

Imbauan disampaikan dinas pendidikan melalui forum terbatas guru SD sederajat dan TK. Meski isu itu terlanjur meluas, Munif berharap agar para guru bisa membantu mengedukasi dan memberi penjelasan perihal isu penculikan anak itu kepada orang tua murid.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

"Saya juga sampaikan kepada rekan-rekan agar tidak mudah termakan hoaks, apalagi cepat-capat membuat aturan kepada para orang tua murid," jelas dia.

Sementara Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menyampikan, hingga saat ini belum laporan polisi terkait kasus penculikan anak di wilayah hukumnya.

"Kasus penculikan di Lamongan nyatanya masih nihil," tegas Komang.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Meski begitu, Komang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Dan bila warga menemukan indikasi mencurigakan, bisa melapor ke kantor polisi terdekat.

"Mengambil garis besarnya agar meningkatkan kewaspadaan antisipasi perlu. Jika ada mencurigakan segera lapor," ujar dia.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.