Jumat, 19 Jun 2026 00:46 WIB

Jual Kalender Ponpes Bodong di Kediri, 8 Santri Gadungan asal Demak Diamankan

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 31 Jan 2023 20:56 WIB
Kepala Desa Tugurejo, Agung (kanan) berkoordnasi dengan perangkat desa (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kepala Desa Tugurejo, Agung (kanan) berkoordnasi dengan perangkat desa (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mengamankan 8 santri gadungan yang diduga melakukan penipuan dengan modus menjual kalender 2023 atas nama pondok pesantren (ponpes) bodong asal Sragen.

8 orang itu mengenakan sarung dan kopyah layaknya santri ponpes dan menawarkan kalender tersebut dari rumah ke rumah.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Kepala Desa Tugurejo, Agung Witanto mengatakan, 8 orang tersebut diamankan Tiga Pilar Tugurejo pada Selasa (31/1/2023) sore. Mereka juga sempat memberikan identitas yang berubah-ubah.

"Modusnya menjual kalender ke warga mengatasnamakan instansi Pesantren Putra-Putri Nurul Musthofa, Sragen. Padahal pesantren tersebut tidak ada. Dia juga awalnya bilang dari madrasah, terus dari pondok. Tidak jelas," ujar Agung.

Dugaan penipuan yang dilakukan oleh mereka, lanjut Agung, diketahui setelah mereka sempat menjual kalender itu ke rumah Agung. Dia kemudian mengroscek terkait keberadaan musala dan pondok putra-putri yang dimaksud.

"Saya bisa memastikan itu bukan pondok karena di sana tidak ada pondok putra-putrinya. Tiga pilar sudah memastikan itu tadi dengan menghubungi langsung ke sana. Yang ada hanya musala dan ruangan-ruangan," ungkap dia.

Agung menyebut, foto-foto dalam kalender itu juga dipastikan palsu, tidak sesuai dengan kondisi yang ada.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

"Dari keterangan pemilik musala diketahui itu bangunan tidak ada semua. Mereka hanya memajang foto dari pesantren lain," ungkap Agung.

Berdasarkan pemeriksaan, mereka akhirnya mengaku berasal dari Demak, Jawa Tengah.

Selama 5 hari di Kediri, mereka sudah menjual kalender 500 sampai 1.000 lembar dengan harga Rp25 ribu per lembar. Mereka bahkan sudah meraup uang belasan juta rupiah. Namun selama ini mereka hanya memberikan sekitar Rp300 ribu ke pemilik musala. Hasil dari penjualan kalender digunakan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

"Jadi memang mereka ini pernah ada omongan ke musala yang dimaksud. Tapi dari keterangan pihak sana yang ditasarufkan (diberikan) ke musala hanya sedikit saja, keuntungan besarnya dipakai sendiri," terangnya.

Usai diamankan di Balai Desa Tugurejo, 8 orang tersebut dibawa ke Polsek Ngasem untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Kami masih menunggu pihak dari Sragen. Ini mereka menuju ke Kediri. Jika dari pihak sana menghendaki dilaporkan akan kami bantu laporkan. Nanti kita akan update ya," tandas Agung.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.