Minggu, 14 Jun 2026 11:53 WIB

Tak kunjung Membangun, Pengembang Perumahan di Sidoarjo Dipolisikan

  • Penulis :
  • | Kamis, 09 Agu 2018 00:15 WIB
Sejumlah korban saat melapor ke SPKT Polda Jatim.
Sejumlah korban saat melapor ke SPKT Polda Jatim.

jatimnow.com - Sebanyak 21 orang pembeli rumah di Mustika Kartika, Desa Pepe Sedati, Sidoarjo, Rabu (8/8/2018) malam mendatangi SPKT (Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jatim. Mereka melaporkan pengembang atas dugaan tindak pidana penipuan.

Pelaporan itu setelah rumah yang seharusnya ada, belum dibangun sama sekali oleh pengembang. Padahal, 21 orang ini sudah membayar uang muka sejak tahun 2015. Mereka melaporkan pengembang atas nama PT Alisa Zola Sejahtera.

Salah satu korban bernama Hendrik Irawan bercerita, 2 Desember 2015 silam, dirinya membeli rumah tipe 48 di perumahan itu dengan bandrol Rp 363 juta. Rumah seluas 128 m2 itupun, dibelinya dengan sistem kredit. Ia pun membayar DP sebesar Rp 43,2 juta. Setelah itu, dia membayar angsuran uang muka total Rp 143 juta secara bertahap selama dua tahun.

"Saya sudah mengangsur hingga 40 persen. Uang Rp 164 juta sudah saya keluarkan," kisah Hendrik saat ditemui di SPKT Polda Jatim.

Setelah ia melunasi uang muka itu selama 2 tahun, pengembang berjanji segera merealisasikan pembangunan rumah.

"Tapi sampai sekarang belum ada bangunan rumah berdiri sama sekali. Memang ada lokasinya, tapi masih berbentuk urukan," sambungnya.

Selain melihat lokasi, Hendrik juga berulang kali mendatangi kantor pemasaran pengembang itu di wilayah Buduran, Sidoarjo. Namun pengembang berulangkali berjanji akan menyelesaikannya. Darisanalah Hendrik dan 20 korban lainnya memutuskan melapor ke SPKT Polda didampingi Abdul Malik, kuasa hukumnya.

Di tempat yang sama Malik menyebut, 21 korban itu sudah membayar pembelian rumah. Jika ditotal, uang yang dikeluarkan korban mencapai Rp 2 miliar.

“Kami melaporkan pengembang atas tindak penipuan dan pemalsuan dokumen," ulasnya.

Malik berharap, dengan melapor ke Polda Jatim, kasus itu segera ditindaklanjuti. Sebab menurutnya, Polda Jatim memiliki SDM yang banyak dan kompeten serta dilengkapi dengan peralatan IT yang memadai.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Arif ardianto

Baca Juga: Pelarian Bo Feng Mei Berakhir di Surabaya Setelah 14 Tahun

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.