Selasa, 16 Jun 2026 19:32 WIB

Tokoh di Balik Kerukunan Warga Desa Pancasila Lamongan

Potret tempat ibadah Hindu dan Islam di Desa Balum, Turi, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Potret tempat ibadah Hindu dan Islam di Desa Balum, Turi, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan, dijuluki sebagai Desa Pancasila. Hal itu tak lepas dari keberadaan 3 agama yang dianut para warganya.

Warga Desa Balun menganut antara lain Agama Islam, Kristen dan Hindu. Tempat ibadah ketiga agama juga cukup dekat dan berada dalam satu area tak kurang lebih dari 200 meter.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Puluhan tahun hidup dalam bingkai perbedaan, konflik antaragama disebut tak pernah terjadi. Malah, budaya kenduri yang biasa dilakukan umat muslim juga dijalankan warga Kristen dan Hindu.

Lalu siapa figur di balik toleransi dan kerukunan warga Desa Balun? Belakangan muncul satu nama yang menjadi sosok penting dalam sejarah Desa Balun. Sosok itu bernama Bati.

Pak Bati dulunya merupakan seorang anggota TNI yang ditugaskan di Desa Balun. Seiring berjalanya waktu Pak Bati diangkat menjadi kepala desa.

Namun saat ia menjabat, tepatnya di tahun 1965 tepat saat pemberontakan Gerakan 30 September (G30S) PKI. Bahkan pasca G30SPKI sejumlah pemeluk Kejawen diburu bahkan ada yang dieksekusi. Dulu warga Desa Balun menganut 2 agama kepercayaan yakni Islam dan sebagian lagi Kejawen.

Ketua GKJW Jemaat Lamongan Wilayah Balun atau pemuka agama Kristen di Balun, Sutrisno (64) mengatakan, dari kejadian itu umat pemeluk Kejawen harus memutuskan mencari agama baru yang diakui negara.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Setelah kejadian G30S/PKI, pemerintah kan kemudian menganjurkan kepada penduduk untuk mengikuti agama-agama yang diakui oleh negara. Kemudian pada tahun 1967, warga di sini mulai ada yang memeluk agama Kristen," ujar Sutrisno, Senin (30/1/2023).

Warga Balun waktu itu, terang Sutrisno, sebagian memutuskan mualaf. Sementara keberadaan agama Kristen berawal dari seorang warga bernama Asman yang menemukan potongan ayat kitab Injil.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala Desa Balun waktu itu, yang kemudian turut memeluk agama Kristen diikuti beberapa warga lain, yakni Pak Bati.

"Saat itu ada Angkatan Darat namanya Pak Bati, yang kemudian menjabat sebagai kepala desa pertama, yang ikut memeluk agama Kristen setelah Pak Asman menemukan potongan kitab Injil tersebut," ucap Sutrisno.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementara itu, Tokoh Agama Hindu, Tadi (54) mengaku jika munculnya agama Hindu bermula dari kebimbangan warga yang sebelumnya menganut kepercayaan Kejawen dan menganggap agama paling dekat dengan ajaran nenek moyang adalan Hindu.

"Umat Kejawen terpecah menjadi dua yakni Kristen dan Hindu, tapi tetap rukun karena semua masih saudara, jangankan orang lain saudara kandung saya saja beda agama dengan saya," ujar Tadi pemangku Pure Sweta Mahasuci Balun.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.