Senin, 22 Jun 2026 17:30 WIB

Usung Logo Bertema Tugu Babalayar, Muhammadiyah Sidoarjo Songsong Musda ke-11

Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo, drh Zainul Muslimin bersama dengan pengurus PDM menunjukkan logo musda (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo, drh Zainul Muslimin bersama dengan pengurus PDM menunjukkan logo musda (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mengusung logo bertema Tugu Babalayar, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Sidoarjo siap menyongsong Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 pada Maret 2023.

Tema Tugu Babalayar ini menjadi logo utama yang dibubuhi dengan simbol Persyarikatan Muhammadiyah.

Baca Juga: Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Tugu Babalayar yang menjadi ikon baru di Kota Udang ini dipilih, karena PD Muhammadiyah Sidoarjo ingin terus membumikan persyarikatan di tengah-tengah dinamika masyarakat.

"Muhammadiyah ingin menjadi bagian penting dari setiap ikhtiar memajukan Sidoarjo dengan membawa semangat Islam berkemajuan. Sebuah semangat yang menyemaikan kebaikan, keadilan, kemakmuran dan keutamaan hidup," tutur Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo, drh Zainul Muslimin, Selasa (24/1/2023).

Semangat tersebut selaras dengan tema yang diusung dalam Musda ke-11 PD Muhammadiyah Sidoarjo, yaitu 'Membumikan Islam Berkemajuan, Memajukan Sidoarjo'.

"Tugu Babalayar ini adalah ikon baru Sidoarjo yang secara eksplisit juga mewakili angka 11. Sebagai ikon lokal, kami juga berharap dakwah Muhammadiyah ke depan dilakukan tanpa meninggalkan kearifan lokal," tutur Zainul.

Sementara Ketua Panlih Musda ke-11 PD Muhammadiyah Sidoarjo, Imam Mahfudzi menambahkan, dalam musda akan dibahas sejumlah agenda untuk Muhammadiyah dan isu-isu strategis di masa mendatang. Di antaranya pemilihan 11 pimpinan yang salah satunya akan dipilih sebagai Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo periode 2022-2027.

"Siapapun dari kader Muhammadiyah bisa mencalonkan sebagai 11 pimpinan sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam panlih dan selaras dengan AD/ART Muhammadiyah," tegas Imam.

Baca Juga: APL Resmikan PLTS Atap di Sidoarjo, Pangkas Emisi 264 Ton per Tahun

Selain pemilihan pimpinan, musda kali ini akan membahas sejumlah isu strategis terkait keummatan, kebangsaan dan kemanusiaan.

Isu keumatan di antaranya membahas tantangan agama, tata kelola persyarikatan, jejaring rumah ibadah, serta penguatan Islam Wasatiyah.

Kedua isu terkait kebangsaan yang membahas seputar penguatan keadilan hukum, perwujudan ruang publik yang inklusif, ketahanan keluarga, pendidikan non formal, jihad ekonomi, dan jihad politik dengan penegasan politik berbasis nilai.

"Yang ketiga ialah isu kemanusiaan yang akan difokuskan pada pembahasan kerusakan lingkungan, pengurangan resiko bencana dan dampak perubahan iklim serta budaya hidup bersih," jelas Imam.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Terkait jihad politik Muhammadiyah, Imam menegaskan bahwa persyarikatan menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik. Bahkan untuk calon pimpinan PD Muhammadiyah Sidoarjo sendiri, salah satu syaratnya ialah tidak menjadi bagian dalam struktur partai politik.

Namun demikian, bukan berarti Muhammadiyah anti terhadap politik. Imam menjelaskan bahwa sejumlah kader muda Muhammadiyah di Sidoarjo saat ini telah berdiaspora di berbagai partai politik. Dan hal itu sangat dihargai sebagai sebuah hak dan ikhtiar untuk berjuang di jalur politik.

"Muhammadiyah mengusung semangat politik nilai yang tidak berpihak pada satu atau dua partai politik tertentu. Kalau ini terkesan sangat normatif, kami optimis politik berintegritas yang jujur dan bersih dapat terwujud," pungkas Imam.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.