Minggu, 21 Jun 2026 03:25 WIB

Keluh Bupati Jember Atas Gundulnya Hutan Argopuro Pemicu Banjir Kiriman

Bupati Jember Hendy Siswanto (Foto: Dok. jatimnow.com)
Bupati Jember Hendy Siswanto (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut bahwa pemerintah pusat belum menanggapi laporan penyebab banjir di wilayahnya.

Menurut Hendy, penyebab banjir kiriman itu akibat gundulnya hutan konservasi di Gunung Argopuro.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Di atas itu, kaki Argopuro bapak-ibu sekalian tidak ada yang ngatur. Seluruh pohon-pohonnya gundul, banyak yang gundul," ujar Hendy dalam video yang diunggah akun Instagram @hendy_siswanto, seperti dilihat jatimnow.com, Rabu (18/1/23).

Hendy menambahkan, pemerintah pusat belum mengatur hal itu meski ia sudah sering melapor.

"Kami sudah ke sana, kami turun melihat gundul, hutan itu dan itu hutan konservasi. Loh, konservasi kok gundul? gimana sih?" jelas dia.

Terlebih, lanjut Hendy, di Argopuro belum ada sistem yang mengatur soal air. Dan hal itu sudah disampaikan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Tidak ada sistem pengaturan air pak. Jadi kalau air masuk di situ, ya sudah. Monggo dipersilahkan Jember menerima air bah yang itu rumah saya," ungkap dia.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Upaya lapor juga sudah dilakukan Hendy kepada Gubernur Jawa Timur hingga ke Wakil Menteri PUPR, dengan harapan Jember dapat dibantu.

"Jadi masuk program APBN, jangka panjangnya masuk, lah itu bisa bagus. Tapi kalau itu tidak masuk, nggak mampu Jember, untuk membuat bendung, bendung, itu tadi," ucapnya.

Menurutnya, bila hal itu dibiarkan, air akan menggenangi semua bagian rumah.

"Air masuk tempat tidur, masuk almari, almari saya pindah-pindah ke mana-mana, gara-gara air," tambah dia.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Sulit pak. Makanya saya ngomong, tahun depan banjir lagi gitu, karena belum diapa-apakan," pungkasnya.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.