Rabu, 17 Jun 2026 22:19 WIB

Warisan Turun Temurun Nasi Boranan Khas Lamongan di Desa Asalnya

Wakih penjual nasi boranan Kaotan saat hendak berangkat melakukan rutinitasnya berdagang. (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Wakih penjual nasi boranan Kaotan saat hendak berangkat melakukan rutinitasnya berdagang. (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Nasi boranan merupakan kuliner legendaris khas Kabupaten Lamongan. Tapi tidak banyak yang mengetahui cerita panjang di balik kuliner asal Kota Soto.

Konon kuliner ini merupakan salah satu warisan usaha yang sudah turun temurun, secara alamiah di desa asalnya. Anda penasaran daerah asalnya?

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Nasi yang terkenal akan kelezatannya itu berasal dari Dusun Kaotan, Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Mayoritas warga di sana berprofesi sebagai pedagang nasi boranan.

Menariknya lagi, penjual nasi boranan sejak pertama kemunculannya sampai saat ini hanya dilakoni para kaum hawa di desa setempat.

"Kalau dulu dilakukan ibu-ibu, terus dilanjutkan anak-anaknya, termasuk saya dan kebanyakan pedagang boranan lainya di sini (Kaotan)," kata pedagang boranan kaotan, Wakih saat dijumpai Rabu (18/1/2023).

Meski turun temurun dan ditekuni lintas generasi, orisinalitas nasi boranan ini masih terjaga dan tidak terlalu banyak berubah. Apalagi dilakukan inovasi. Mulai dari bahan, bumbu, hingga penyajian dilakukan secara konvensional.

Gapura Dusun Kaotan, Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)Gapura Dusun Kaotan, Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Dari dulu ya seperti ini, sejak ibu saya nggak ada perubahan, tetap seperti ini. Mungkin bedanya kalau dulu dijajahkan (dijual) keliling sekarang mangkal di satu tempat," lanjutnya.

Mengenai pasang surut usaha kuliner yang ditekuninya, Wakih mengaku sudah cukup. Meski sempat terpukul akibat pandemi covid-19, para pedagang memilih bertahan dan melanjutkan warisan yang telah berjalan berpuluh-puluh tahun.

"Untung-ruginya nggak bisa diprediksi. Ada yang bilang, akhir pekan ramai. Nyatanya kadang, ya sepi. Nah, selama Covid-19 lalu betul-betul terdampak sekali," bebernya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sebagai gambaran, pedagang yang setiap harinya mangkal di belakang gedung Pemkab Lamongan ini menyiapkan kurang lebih 100 porsi dengan berbagai lauk pauk. Salah satunya yang paling dicari pembeli adalah ikan silih.

"Memang untung-untungan, yang paling enak ya ketika di booking untuk acara-acara besar," paparnya.

Nasi baronan khas Lamongan menanti tangan-tangan generasi muda untuk terus dilestarikan. Setidakya bisa menjadi benteng atas gempuran kuliner impor.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.