Rabu, 17 Jun 2026 18:18 WIB

Morula Gelar Seminar Pengobatan Kanker Serviks Agar Tak Pengaruhi Kesuburan

  • Penulis :
  • | Rabu, 18 Jan 2023 14:59 WIB
dr. Batara Imanuel Sirait dari Morula saat menjadi narasumber seminar awam (Foto-foto: Morula for jatimnow.com)
dr. Batara Imanuel Sirait dari Morula saat menjadi narasumber seminar awam (Foto-foto: Morula for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT. Morula Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar Seminar Awam "Pengobatan Kanker Serviks agar Tidak Mempengaruhi Kesuburan".

Seminar itu digelar di Aula R.A Kartini, Kementerian PPPA pada pada Kamis (12/1/2023) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring oleh 180 peserta, untuk memberi pemahaman karyawan Kementerian PPPA akan kesadaran dan pencegahan dini terhadap penyakit kanker serviks dan hubungannya terhadap kesuburan, agar tetap produktif.

Baca Juga: Hari Kartini, YKI Lamongan Gaungkan Gerakan Sadari hingga Skrining Kanker Serviks

Vice President Key Account Management PT. Morula Indonesia, dr Julia Iskandar Darmawan menyatakan bahwa Tahun 2023 ini akan menjadi momentum penting untuk kemajuan Morula IVF Indonesia setelah pandemi Covid-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir.

Katanya, PT. Morula Indonesia akan menerapkan nilai dan semangat baru dengan mengedepankan kepercayaan (trusted), teknologi yang canggih (advanced technology), dan kepedulian (caring).

Morula IVF juga berkomitmen membangun generasi bangsa yang sehat menuju Indonesia kuat dan unggul, dengan berkolaborasi dengan para stakeholder dan instansi pemerintahan.

Seminar ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Biro SDM dan Umum Kementerian PPPA, Elita. Dilanjutkan penjelasan secara medis oleh dr. Batara Imanuel Sirait dari Morula IVF Jakarta.

dr Barata menyampaikan tentang upaya pencegahan, deteksi dini dan penanganan kanker serviks yang merupakan beban kesehatan, psikologis dan sosial untuk wanita.

Baca Juga: Empat Tokoh Besar Kaji Oase Gelap Terang Indonesia di Reuni FAA PPMI

Menurutnya, untuk menjadi sel kanker, sel normal membutuhkan waktu yang lama, sehingga setiap manusia mempunyai kesempatan yang cukup untuk mendeteksi melalui skrining dan menangani dengan baik termasuk vaksinasi sehingga kanker serviks bisa dicegah.

"Sebuah data menyatakan bahwa ditemukan 88 kasus baru kanker serviks terjadi setiap hari dan dua perempuan di Indonesia meninggal setiap harinya. Biasanya ditemui pada perempuan usia 36-55 tahun. Adapun pengobatan yang biasa dilakukan adalah tindakan bedah, pelvic exenteration, radioterapi dan kemoterapi," jelas dr. Batara, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (18/1/2023).

Dia menambahkan, bagi perempuan kemoterapi dapat menyebabkan ovarium berhenti melepaskan sel telur dan estrogen. Kondisi ini disebut sebagai insufisiensi ovarium primer.

Baca Juga: Gus An’im: Guru Tak Cukup Ajarkan Ilmu, Penting Juga Adab dan Keikhlasan

Terkadang, efek samping kemoterapi ini bersifat sementara. Salah satu alternatif yang bisa dijalankan adalah dengan pembekuan sel telur (egg freezing) sebelum kemoterapi. Pembekuan sel telur dengan metode sel telur wanita diambil dari ovarium selanjutnya dibekukan untuk menjaga kualitasnya.

"Perempuan harus lebih peka dan tahu cara mencegah kanker, yaitu dengan mengecek kesehatan berkala, menghindari rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, kelola stress dan disarankan untuk vaksinasi HPV," tandas dr. Batara.

Ke depan, PT. Morula Indonesia akan terus melayani teknologi reproduksi berbantu (TRB) untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, serta pengembangan meningkatkan wisata medis, investasi teknologi, kemitraan dan kolaborasi dalam industri fertilitas Indonesia.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.