Jumat, 19 Jun 2026 08:53 WIB

Komplotan Bandit di Surabaya Didor: Beraksi Pakai Jaket Ojol, Curi Motor 15 Kali

Komplotan bandit pencuri motor dilumpuhkan kakinya oleh Unit Reskrim Polsek Simokerto, Surabaya (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Komplotan bandit pencuri motor dilumpuhkan kakinya oleh Unit Reskrim Polsek Simokerto, Surabaya (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komplotan bandit yang biasa menyamar sebagai driver ojek online (ojol) saat mencuri motor di Surabaya dilumpuhkan kakinya oleh anggota Unit Reskrim Polsek Simokerto.

Dari komplotan ini, anggota menangkap tiga orang asal Surabaya, yaitu Ismail M (23) warga Jalan Sido Kapasan Gang I, Aris (27) warga Jalan Sido Nipah Gang V dan A. Arifin (34) warga Jalan Bulak Banteng Baru Gang Mawar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kapolsek Simokerto, Kompol Dwi Nugroho mengatakan, dari tiga pelaku yang ditangkap, dua di antaranya terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas anggota, lantaran berusaha kabur ketika hendak disergap.

"Dari hasil identifikasi kami, komplotan ini sudah beraksi di 15 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Surabaya. Ketiganya juga tercatat sebagai residivis," jelas Dwi, Selasa (17/1/2023).

Menurut Dwi, ketiganya memiliki peran masing-masing ketika beraksi. Pelaku Aris bertugas melakukan pemetaan dan memantau situasi TKP. Sedangkan Arifin dan Ismail bergiliran menjadi eksekutor dan memantau situasi.

"Ismail juga berperan mengatur rencana mulai dari mencari sasaran sampai menjual barang curian. Mereka juga sebagai eksekutor ketika mengambil kendaraan korban dengan cara merusak rumah kunci. Sedangkan Aris melakukan mapping sembari menggunakan jaket ojol," tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Alumni Akpol Tahun 2010 itu menambahkan, terungkapnya kasus pencurian motor tersebut bermula dari laporan masyarakat yang kehilangan motornya di Jalan Ngaglik 87 Surabaya pada Kamis (5/1/2023) lalu.

"Dari laporan itu, kami mengidentifikasi bahwa tiga orang inilah pelakunya," tambah Dwi.

Dwi melanjutkan, saat beraksi komplotan ini membawa alat khusus untuk membuka kunci magnet motor dan kunci letter T.

"Dan ketika beraksi, mereka selalu mengawali dengan mengonsumsi sabu, dengan dalih untuk menambah stamina dan keberanian," ungkapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara salah satu pelaku, Ismail mengaku, dalam satu bulan komplotannya berhasil menggasak tiga unit motor dan secara cepat dijual ke Pulau Madura.

"Setelah laku, hasilnya dibagi bertiga. Kalau saya, uangnya buat keperluan sehari-hari dan sisanya untuk foya-foya," tutur Ismail.

Dalam kasus ini, penyidik juga menyita 1 unit motor sarana, 6 buah kunci, jaket ojol dan 2 unit ponsel.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.