Selasa, 16 Jun 2026 01:34 WIB

Degradasi Liga 1 Dihapus, Harga Diri Persik Kediri Dipertaruhkan

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 17 Jan 2023 14:57 WIB
Arthur Irawan berambisi membawa Persik Kediri ke posisi yang lebih baik di sisa musim 2022-2023. (foto: Persik Kediri for jatimnow.com)
Arthur Irawan berambisi membawa Persik Kediri ke posisi yang lebih baik di sisa musim 2022-2023. (foto: Persik Kediri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kapten Persik Kediri Arthur Irawan mengaku terkejut dengan keputusan PSSI yang menghapus sistem degradasi untuk Liga 1 musim 2022-2023.

Meski terdengar ‘menguntungkan’ bagi Persik Kediri, yang saat ini terjebak di dasar klasemen, skuat Macan Putih berjanji akan tetap fight. Menurut eks RCD Espanyol B, sikap ini diambil demi harga diri Kota Kediri.

Baca Juga: Liga Persik 2026 Dimulai, Fondasi Pembinaan Pesepakbola Kediri Raya

Bagi Arthur Irawan, ada dan tidak ada degradasi, ia bersama rekan-rekannya tidak peduli dengan rencana PSSI.

“Dengan degradasi atau tanpa degradasi, kita harus tetap keluar dari zona bawah, karena itu kehormatan, harga diri Kota Kediri. Kita bakal tetap fight,” kata Arthur Irawan, Selasa (17/1/2022).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Saat ini Macan Putih telah melakukan perombakan skuatnya. Setidaknya ada enam hingga tujuh nama baru yang didatangkan untuk mengisi komposisi tim. 

Menurut Arthur, Persik memiliki tekad kuat agar finish di tempat yang lebih baik. Pasukan Divaldo Alves ini berkomitmen untuk tampil dengan ciri khas tim Kediri, ngotot dan ngeyel di setiap pertandingan.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

“(Tim) Kediri itu memiliki style ngotot dan ngeyel. Kita mungkin nggak mengandalkan pemain bintang, juga tidak mengandalkan satu pemain, tapi satu tim. Kita akan tetap berjuang untuk hasil maksimal di setiap pertandingannya,” tandas eks PSS Sleman itu.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.