Minggu, 21 Jun 2026 21:20 WIB

Perjuangan Orang Tua Korban Tragedi Kanjuruhan Tuntut Keadilan di PN Surabaya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 16 Jan 2023 16:41 WIB
Orang tua korban tragedi Kanjuruhan hadir di PN Surabaya. (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Orang tua korban tragedi Kanjuruhan hadir di PN Surabaya. (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sidang perdana kasus tragedi Kanjuruhan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara online telah rampung, Senin (16/1/2023) sore.

Usai sidang, salah satu keluarga korban, yaitu Rini Hanifa (43), asal Pasuruan mengaku kurang puas dengan dakwaan yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca Juga: Sidang Gugatan Wanprestasi Andreas Tandiono Kembali Tertunda

"Salah semua," tutur Rini dengan mata berkaca-kaca sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Ibu dari Agus Riyansa (20), korban yang tewas dalam tragedi Kanjuruhan ini mengungkapkan, dari hasil sidang agenda pembacaan berkas perkara, secara garis besar ia mengaku tidak terima dengan pasal kelalaian yang didakwakan kepada para terdakwa.

Menurutnya, jeratan pasal tersebut dianggap terlalu enteng. 48 tembakan gas air mata ke arah tribun, dianggap tindakan pembunuhan berantai. Sehingga, semua terdakwa harus dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

Rini terlihat keluar dari ruangan sidang sekitar pukul 15.30 WIB. Di situ tangisnya pecah.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Saya bakal hadir terus ke PN Surabaya sampai sidang 5 terdakwa divonis," tegasnya.

Bukan hanya Rini yang datang di sidang perdana ini. Tiga orang tua dari korban lain juga ikut datang. Di antaranya Juriah (43), ibu Almarhum Medya Sifwa Dinar Artha (17), Andi Kurniawan kakak Almarhum Mita Maulidia (27), dan Miftahhudin, ayah Almarhum Navisatul Mutiaroh (24).

Nasib putri Miftahhudin juga cukup membuat hati teriris. Bulan Januari ini, seharusnya anaknya menikah. Nahas, anak dan calon menantunya justru tewas di Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

"Anakku sama pacarnya selang dua hari laga Persebaya Vs Arema FC harusnya foto prewedding. Tapi ternyata nasib mereka jadi korban Kanjuruhan," ujarnya.

Diketahui, Rini Hanifa nekat berangkat sendiri dari Pasuruan ke PN Surabaya dengan mengendarai motor dan sampai sekitar pukul 09.30 WIB. Ia datang meminta keadilan bagi anaknya.

Selain itu, salah satu yang membuatnya ingin datang karena Ia memiliki prasangka buruk. Itu muncul setelah mendengar kabar PN Surabaya melarang media menyiarkan sidang tersebut secara live. Datang ke PN Surabaya tujuannya hanya satu. Ingin memastikan semua tersangka dihukum seadil-adilnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.