Senin, 22 Jun 2026 17:05 WIB

Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Mulai Buat Toa Kim, Apa Itu?

Proses pembuatan toa kim di klenteng Tjoe Tik Kiong, Tulungagung sebagai persiapan jelang perayaan tahun baru Imlek. Bramanta Pamungkas
Proses pembuatan toa kim di klenteng Tjoe Tik Kiong, Tulungagung sebagai persiapan jelang perayaan tahun baru Imlek. Bramanta Pamungkas

jatmnow.com - Jelang perayaan tahun baru Imlek pengurus kelenteng, Tjoe Tik Kiong Tulungagung terus melakukan sejumlah persiapan. Di mana sejumlah warga keturunan kaum Tionghoa menggelar sembahyang di klenteng ini.

Sembahyang ini biasa dilakukan sebelum perayaan tahun baru Imlek. Selain itu pengurus juga membuat toa kim, yang biasa dipersembahkan kepada dewa saat sembahyang Imlek nanti.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Bioma kelenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing mengatakan toa kim merupakan salah satu perlengkapan ibadah bagi kaum Tionghoa. Toa kim merupakan uang dewa yang biasa dipersembahkan saat sembahyang.

Nah, beberapa hari jelang Imlek seperti saat ini, warga keturunan Tionghoa mulai membuat toa kim dari kertas khusus, untuk memenuhi pesanan dan kebutuhan dalam sembahyang Imlek.

"Butuhnya banyak, bisa mencapai ribuan. Untuk itu kami mulai menyicil membuatnya, ada yang pesanan ada juga yang untuk stok," ujarnya, Senin (16/01/2023).

Terdapat beberapa bentuk toa kim yang dibuat. Di antaranya berbentuk nanas, bunga teratai, lotus, pagoda, naga, penyu dan yen pao atau uang cina.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

Setiap bentuk, toa kim memiliki makna tersendiri. Seperti bentuk nanas yang melambangkan keburuntungan, penyu bermakna panjang umur dan teratai serta lotus yang bermakna bunga untuk dewa.

"Setiap toa kim memiliki makna, dengan harapan harapan hal tersebut dapat terwujud saat tahun baru Imlek nantinya," tuturnya.

Dibutuhkan ketekunan dalam proses pembuatan toa kim. Mereka melipat satu per satu kertas toa kim dan menyusunnya sesuai bentuk yang diinginkan.

Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh

Nantinya Toa Kim ini akan dijual mulai harga Rp25 ribu-Rp125 ribu. Setelah pelaksanaan sembahyang selesai, toa kim kemudian dibakar.

"Maknanya seperti sedekah, ini merupakan tradisi sedekah dalam sembahnyang Imlek," pungkasnya.

 

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.