Rabu, 17 Jun 2026 04:11 WIB

Jelang Perayaan Imlek, Cuan Perajin Dupa di Jombang Kian "Wangi"

Proses pembuatan dupa. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Proses pembuatan dupa. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perayaan Imlek atau tahun baru Cina yang jatuh pada tanggal 22 Januari 2023 nanti, membawa berkah bagi perajin dupa yang ada di Kabupaten Jombang. Cuan yang mereka dapatkan pun semakin "wangi".

Salah satu, perajin dupa yang ada di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Jombang, Fachrur Rohman, mengaku kebanjiran order jelang perayaan Imlek nanti. Lantaran banyak pesanan, omzet penjualan dupa buatannya juga meningkat hingga 40 persen.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Ditemui di rumahnya, ia menjelaskan permintaan dupa jelang Imlek ini, naik hingga 40 persen, jika dibandingkan dengan hari biasa. Sehingga omzet penjualan mencapai puluhan juta.

"Proses produksinya meningkat. Biasanya 20 kilogram, sekarang sampai 50 kilogram per hari," ungkapnya, Jumat (13/1/2023).

Ia menjelaskan, dupa hasil buatannya ini berbahan kayu gaharu murni. Untuk membuat dupa, biasanya kayu gaharu ini diolah agar menjadi serbuk kayu.

Fachrur Rohman, perajin dupa yang ada di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)Fachrur Rohman, perajin dupa yang ada di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

"Setelah tercampur jadi satu, dengan bahan lainnya, serbuk kayu gaharu ini dimasukkan dalam mesin pencetak yang sudah ada lidinya. Setelah itu baru proses pembuatan dupa dimulai," katanya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Usai berbentuk dupa setelah dicetak, selanjutnya dilakukan proses pengeringan. Dan kemudian masuk pada proses pengemasan.

"Kalau sudah masuk dalam kemasan tinggal dipajang di etalase toko, dan almari stok," bebernya.

Ia menyebut untuk setiap kilogram dupa kayu gaharu murni dibandrol dengan harga Rp100 ribu per kilogram.

"Kalau yang dupa memakai parfum maharaja, perbungkusnya dijual dengan harga 35 ribu rupiah," katanya.

Baca Juga: Pastikan Perayaan Imlek Kondusif, Kapolres Gresik Tinjau Klenteng Kim Hin Kiong

Ditanya terkait berapa omzet penjualan dupa itu, setiap bulan? Ia mengaku mendapatkan cuan puluhan juta rupiah.

"Kalau normal per bulan bisa 15 juta rupiah, tapi kalau mau Imlek naik sampai 40 juta per bulan," pungkasnya.

Usaha pembuatan dupa ini sudah berlangsung sejak tahun 2010 silam. Pemasaran dupa ini sudah meluas hingga ke mancanegara. Salah satunya ke Australia.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.