Sabtu, 20 Jun 2026 18:41 WIB

Bantu Korban Gempa di NTB, Pemkot Surabaya Bangun 1 Sekolah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat di ruang kerja
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat di ruang kerja

jatimnow.com - Sudah sepekan Pemerintah Kota Surabaya mendirikan posko peduli gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Posko tersebut menerima berbagai macam sumbangan, namun yang menjadi fokus utama adalah bantuan berupa uang yang diwujudkan dengan pembangunan sekolah.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, saat ini sedang mengumpulkan uang untuk korban gempa tersebut. Karena banyak sekolah yang rusak sedangkan Presiden Jokowi sudah membantu rumah untuk warga.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

“Kita lagi ngumpulkan uang, karena banyak sekolah yang rusak. Dan katanya Presiden mau bantu rumah, makanya bantuan ini kami wujudkan dengan membangun sekolah di sana kita fokuskan ke itu,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di ruang kerjanya, Selasa, (7/8/2018).

Ia menyampaikan, Pemkot Surabaya sudah melakukan survei ke lokasi untuk meninjau sekolah mana yang kondisinya mengalami kerusakan berat.

"Kemarin sudah tanya disana, sekolah yang rusak berat kurang lebih kebutuhannya Rp880 juta dan kami akan membangun satu sekolah di sana," tegasnya.

Alasan Wali Kota Risma ingin membangun sekolah karena bantuan seperti logistik maupun obat-obatan menurutnya sudah melimpah. Oleh karena itu, dirinya menginginkan sumbangan uang yang diberikan Pemkot diwujudkan untuk membangun sekolah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kita akan bantu untuk satu sekolah, bantuan relawan masih penuh di sana kita fokus bantuan mengumpulkan uang untuk bantu satu sekolah yang benar-benar jadi nanti fokus satu sekolah saja. Jadi, biar anak-anak bisa sekolah lagi pasca gempa,” terang Wali Kota yang sarat akan prestasi ini.

Menurut Wali Kota Risma, Pemkot sendiri belum mengirimkan tim relawan ke Lombok dengan alasan bantuan relawan disana sudah banyak. “Makanya saya lebih konsentrasi ngumpulkan uang untuk membangun satu sekolah,” tandasnya.

Adapun uang yang sudah terkumpul terhitung sejak kemarin mencapai Rp 617 juta. Masing-masing sumbangan berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah SD dan SMP serta masyarakat Surabaya.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.