Kamis, 18 Jun 2026 10:50 WIB

Keren! Peternakan Kambing ala Selandia Baru di Sidoarjo, Bersih Tak Bau Tahi

Potret peternakan kambing milik Slamet Kuncahyono. (Foto-foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Potret peternakan kambing milik Slamet Kuncahyono. (Foto-foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata "peternakan kambing?" Kesan kotor, bau dan kumuh tentunya menjadi khas seperti peternakan pada umumnya.

Stigma buruk tentang peternakan kambing yang bau dan kotor itu ditepis oleh seorang peternak kambing asal Dusun Pohjejer, Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo bernama Slamet Kuncahyono.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Slamet berhasil mengubah wajah peternakan kambing miliknya menjadi seperti peternakan yang ada di Negara New Zealand atau Selandia Baru.

Begitu masuk lahan peternakan, kalian akan disuguhkan dua lahan kandang seluas 20x5 meter berwarna coklat mengkilap yang di setiap sudut kandang dipasangi lampion khas pecinan.

Dibangun sejak tahun 2014 silam. Desain kandang modern nan kokoh dapat dilihat ketika memasuki lahan peternakan kambing ini.

Jangan kaget, jika pada umumnya kandang kambing akan tercium bau pada radius 20 meter sebelum kita mendekat, maka di peternakan Slamet kalian tidak akan menemukan sekaligus mencium aroma bau kotoran kambing sama sekali.

"Saya dari dulu kepingin mengubah anggapan masyarakat kalau kandang kambing itu bau, kotor, menjijikkan. Akhirnya pola pikir saya, saya ubah agar konsumen bisa datang kesini dengan nyaman tapi gimana caranya? Nah, saya mulai berpikir kalau mau buat konsumen nyaman berarti kandang harus bersih," papar Slamet saat ditemui di lokasi.

Dan, benar. Ketika kalian mendatangi peternakan kambing milik Slamet, hampir tidak ada kotoran kambing yang berceceran di sepanjang jalan atau di sepanjang kandang.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Slamet sengaja mendesain peternakan kambing miliknya sebersih mungkin, dan senyaman mungkin seperti yang ada di luar negeri. Ia juga menambahkan taman-taman dan tempat duduk yang nyaman di antara dua kandang tersebut.

Dengan total 400 kambing yang dimilikinya sekarang, Slamet hanya membersihkan kotoran kambing di kandang kurang lebih sebulan sekali. Kok bisa?

Ia merancang sedari awal, di bawah pijakan kandang kambing, ada semacam rongga-rongga pembuangan kotoran. Di bawah itulah penampungan kotoran sementara kambing miliknya terbuang. Apabila waktunya pembersihan, kotoran kambing tersebut akan diangkat dan diproses lagi menjadi kompos atau pupuk alami untuk kebunnya.

Tak hanya faktor desain yang unik, bersih, dan nyaman. Slamet mengatakan bahwa pemilihan pakan kambing juga sangat mempengaruhi pertumbuhan kambing dan kesehatan kambing secara keseluruhan.

"Selain kandang yang bersih, nyaman serta tidak bau. Yang terakhir tentunya kambing juga mesti sehat gemuk. Ini saya lakukan agar konsumen tertarik dan melihat serta dapat memilih sendiri kambing yang akan dibelinya," imbuhnya.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

Pria paruh baya tersebut juga memberikan jasa service gratis kepada konsumennya apabila ada yang berniat inden kambing semisal satu bulan sebelumnya.

Harga kambing milik Slamet juga tidak semahal yang kita bayangkan. Slamet bisa langsung menjadi guide ketika kalian mampir ke peternakan kambing miliknya.

"Intinya konsumen saya servis sebaik mungkin. Mau konsultasi soal kandang atau perawatan juga saya sangat terbuka. Untuk budgeting pembelian konsumen juga nanti saya arahkan sesuai budget yang mereka punya," tuturnya.

Kini, peternakan kambing milik Slamet sudah mulai banyak dikenal orang. Pelanggan setianya dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Malang dan sebagainya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.