Kamis, 18 Jun 2026 08:47 WIB

Pemkab Kediri Beri Bantuan untuk Warga di Ngadiluwih Terdampak Kerusuhan

Penyaluran bantuan sembako untuk warga terdampak kerusuhan (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Penyaluran bantuan sembako untuk warga terdampak kerusuhan (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memberikan bantuan untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih terdampak kerusuhan yang dilakukan massa perguruan silat.

Bantuan diberikan dalam bentuk sembako, ganti rugi kerusakan hingga pendampingan psikologi. Bantuan diberikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri kepada 47 kepala keluarga di Kantor Desa Wonorejo, Rabu (11/1/2023).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Bantuan tahap pertama ini berupa sembako sesuai jumlah anggota keluarga yang telah diusulkan oleh pemerintah desa dan melalui assasement dinsos.

"Hari ini tahap ke satu menyalurkan sembako, karena banyak korban ini tidak bisa bekerja akibat rombong yang rusak sehingga tidak dapat berjualan. Untuk beberapa minggu ke depan perlu adanya sembako," ujar Plt Kepala Dinsos Kabupaten Kediri, Dyah Saktiana.

Pada tahap kedua nantinya, akan disalurkan subsidi untuk warga yang mengalami kerugian material seperti motor dibakar, gerobak, hingga kaca dan genting rumah yang rusak akibat kerusuhan.

Menurut Nana-sapaan Dyah Saktiana, subsidi ini akan disalurkan berupa uang tunai, untuk nantinya dibelikan gerobak maupun renovasi material yang mengalami kerusakan akibat kerusuhan.

Nana menambahkan, di luar bantuan yang diberikan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), pendampingan psikologi juga dilakukan untuk memulihkan trauma masyarakat akibat kerusuhan yang terjadi pada Kamis (5/1/2023) dini hari itu.

Dari pendataan yang dilakukan pemerintah desa dan dinsos, jumlah warga yang mengalami trauma jauh lebih banyak dibanding warga yang mengalami kerugian material.

Terkait pemulihan psikologi, Nana kembali menjelaskan, warga yang mengalami trauma berat akan mendapatkan perhatian tersendiri. Nantinya pemerintah daerah akan melakukan pendampingan hingga warga yang mengalami trauma ini benar-benar pulih.

"Penanganan antara trauma berat, sedang, dan ringan itu beda. Kita akan melakukan pendampingan hingga warga (yang mengalami trauma) ini benar-benar pulih," terang dia.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Selain masyarakat Wonorejo, Nana menuturkan ada laporan baru yang masuk dari desa lain. Laporan itu terkait perusakan motor. Pihaknya menjelaskan, laporan yang baru masuk ini akan segera diproses untuk didata apa saja kerusakan yang ditimbulkan.

Sementara Kepala Desa Wonorejo, Muhammad Anas menjelaskan bahwa banyak warganya yang mengalami trauma akibat peristiwa itu.

"Jauh lebih banyak yang mengalami trauma. Ada trauma ringan hingga berat," tegasnya.

Anas menceritakan, kerusuhan itu mengakibatkan 28 warganya mengalami kerusakan material. Menurutnya, kerusakan itu timbul akibat pelemparan batu hingga pembakaran. Dia berharap hal semacam ini tidak akan terulang kembali.

"Semoga hal ini tidak terulang kembali dan Wonorejo serta Kabupaten Kediri menjadi lebih tentram," tambah dia.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Seperti diketahui, Mas Dhito bakal membentuk forum kerukunan pencak silat menyusul adanya konflik antara dua perguruan yang terjadi di Kecamatan Ngadiluwih tersebut.

Hal itu disampaikan Mas Dhito saat rapat koordinasi bersama forkopimda yang juga menghadirkan pengurus kedua perguruan yang sempat berseteru.

Dengan bertemunya kedua belah pihak tersebut, dia meminta agar kerusuhan yang terjadi itu untuk tidak terulang kembali.

"Apapun bentuk perguruan silat yang ada di Kabupaten Kediri, kejadian (kerusuhan Ngadiluwih) itu yang terakhir. Perlu adanya wadah silaturahmi agar perguruan silat untuk mencegah konflik antar simpatisan," tutur Mas Dhito.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.