Sabtu, 20 Jun 2026 02:39 WIB

Skema Pengamanan dan Aturan Pengunjung Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan

Polrestabes Surabaya gelar rakor pola pengamanan sidang perdana kasus tragedi Kanjurunan (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)   
Polrestabes Surabaya gelar rakor pola pengamanan sidang perdana kasus tragedi Kanjurunan (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)  

jatimnow.com - Polrestabes Surabaya menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama stakeholder terkait untuk menentukan pola pengamanan dalam sidang perdana kasus Tragedi Kanjuruhan.

Sidang perdana kasus itu bakal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 16 Januari 2023.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Stakeholder yang mengikuti rakor tersebut di antaranya Polri, TNI, BPBD, Dishub, PN, Majelis Hakim, Komunitas Jogo Wani Suroboyo, Pendekar Jogo Suroboyo, Kejaksaan Tinggi Jatim dan Kejari Surabaya.

Polrestabes Surabaya juga mengandeng elemen penting seperti para manajemen Persebaya dan Bonek-Bonita.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menegaskan, berdasarkan hasil rakor tersebut, diminta agar Aremania tetap menjaga kondusivitas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Ada hal luar biasa yang harus kita sinergikan. Semoga teman-teman Aremania bijak menyikapi situasi ini karena kita tidak ingin ada konflik," ujar Yusep usai rapat koordinasi, Rabu (11/1/2023).

Yusep mengaku akan melaksanakan proses pengamanan persidangan semaksimal mungkin agar berjalan aman dan nyaman. Juga akan mengupayakan berbagai pola, agar persidangan yang dimungkinkan berlangsung selama 30 hari ke depan berjalan tertib.

"Kami juga mohon dukungan kepada Forkopimda, masyarakat Surabaya serta para tokoh sentral sama-sama membantu proses ini berjalan baik dan tertib. Terutama teman-teman Bonek yang merupakan elemen penting dalam situasi ini," ungkapnya.

Yusep kembali menegaskan dan mengeluarkan imbauan agar Aremania tidak berbondong-bondong ke Surabaya untuk melihat proses sidang tersebut, demi menghindari potensi kericuhan yang dapat mengganggu Kamtibmas di Kota Pahlawan ini.

"Kami imbau kepada teman-teman Aremania bahwa proses persidangan bersifat terbuka dan fasilitas digital akan jadi fasilitas keterbukaan sehingga tidak perlu untuk hadir (efektif efisien) di Surabaya," tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Mantan Direskrimsus Polda Jatim itu juga berharap agar semua pihak untuk mengambil langkah bijak dan saling menghormati serta saling menghargai untuk kelancaran proses sidang.

"Agar berjalan aman dan lancar sesuai harapan. Apabila saling mengambil sikap yang bijak, sehingga potensi tumpangan-tumpangan pihak yang akan melakukan reaksi negatif dapat kita hindari bersama," jelasnya.

"Yang boleh hadir hanya pihak-pihak terkait sidang seperti dari saksi, keluarga korban, atau media itu yang dapat terakomodir. Kenapa hal tersebut dilakukan? Karena keterbatasan ruang sidang akan difasilitasi ruang digital sehingga disaksikan terbuka," tambah Yusep.

Sementara Kabag OPS Polrestabes Surabaya, AKBP Toni Kasmiri menambahkan, terkait pengamanan sidang tersebut, akan dikerahkan 800 personel dan empat skema. Di antaranya pengamanan sidang terbuka, rencana pengamanan sidang hibrid, sidang online dan sidang kontinjensi.

"Jumlah personel yang kami siapkan itu kurang lebih apabila aman itu 800 personel. Apabila kontijensi dan dinamika di lapangan itu terjadi informasi ada perkembangan, kita bisa tambahkan lagi, jika situasi tidak memungkinkan," bebernya.

Baca Juga: Dukungan Mengalir, 69 Tokoh Ajukan Jaminan untuk Komar di PN Surabaya

Apabila ada suporter yang nekat datang ke Surabaya, akan dilakukan patroli konvensional hingga siber. Dia menambahkan, Polrestabes Surabaya juga tidak akan mengeluarkan izin apabila ada pihak yang menggelar aksi di PN Surabaya.

"Tolong saling menjaga situasi kamtibmas. Tolong sukseskan Pildun U-20 2023. Ini dampaknya sangat luas, implikasi sangat luas, apabila sidang ini menganggu situasi keamanan. Agar FIFA tidak memberikan sanksi jika ada kericuhan susulan," paparnya.

"Jadi tolong saling menahan diri, menghargai hukum yang berlaku. Kalau bukan kita yang patuh pada hukum siapa lagi? Kita saling jaga," tandas Toni.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.