Jumat, 19 Jun 2026 05:14 WIB

Dampak Tol di Jombang, Investasi Naik Tembus Rp2 Triliun

Kepala DPMPTSP Kabupaten Jombang, Wor Windari saat ditemui di kantornya. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jombang, Wor Windari saat ditemui di kantornya. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejak jalur tol melintasi wilayah Kabupaten Jombang, iklim investasi di Kota Santri turut terdongkrak.

Terhitung sejak dibukanya jalur tol oleh ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, tahun 2018 silam, investasi di Jombang naik, hingga angka Rp2 triliun.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang, Wor Windari menjelaskan adanya jalan tol yang melintasi Kabupaten Jombang memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Jombang.

Ia menyebut investasi sejumlah perusahaan juga tumbuh subur di Jombang dan di sepanjang kota/kabupaten yang dilintasi jalur tersebut.

"Luar biasa pengaruhnya, sejak 2018 dibuka, efeknya kita di tahun 2019 naik hingga tembus T (triliun) investasi. Padahal sebelumnya kita gak sampai nembus angka T," ungkapnya, Selasa (10/1/2023).

Ia merinci, sejak tahun 2019 silam tren investasi baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA) menunjukkan tren naik.

"Sebelum tahun 2019 itu belum mencapai angka triliun, tapi pada tahun 2019 ini mencapai angka Rp2.047.189.276.244," katanya.

Baca Juga: Transaksi Saham di Wilayah OJK Kediri Capai Rp3,63 T, Naik 113,28 Persen

Ia mengaku pada tahun 2020 jumlah total investasi masih di angka Rp2.627.398.519.785. Namun pada saat Covid-19 melanda, investasi juga mulai menurun.

"Pada tahun 2020 ada pandemi, dampaknya kena covid-19 anjlok menjadi Rp1.668.417.565.433," jelasnya.

Sedangkan untuk saat ini, iklim investasi di Jombang sudah mulai naik lagi. Sehingga pada tahun 2022, angka investasi mencapai Rp2 triliun lagi.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Di tahun 2022 kemarin investasi mulai naik lagi, di angka Rp2.353.636.647.045," urainya.

Ia mengatakan di Jombang saat ini terdapat ratusan pabrik, baik yang masuk dalam kategori industri sedang maupun besar.

"Untuk industri kecil dengan modal 1 miliar rupiah ke bawah, itu ada 516 perusahaan. Sedangkan untuk industri sedang dengan modal 1 sampai 5 miliar ada sekitar 141 perusahaan. Dan yang industri besar dengan modal 5 sampai 10 miliar ada 293. Untuk yang PMA itu ada 42 perusahaan, itu yang modal diatas 10 miliar," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.