Minggu, 21 Jun 2026 13:29 WIB

Rekontruksi Petani Lamongan Tewas di Kebun Jagung Tak Hadirkan Tersangka

Rekontruksi pembunuhan petani Lamongan di TKP. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Rekontruksi pembunuhan petani Lamongan di TKP. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus kematian Patolah (60) Petani Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan perlahan terkuak. Polisi menyatakan ada dua orang tersangka.

Gelar rekontruksi dilakukan di TKP, tepatnya kebun jagung Petak 31 B1 (Rancangan Pengelolaan Hutan) RPH Gelap, Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Jompong, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tuban.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Jalanya rekontruksi lancar, ada 12 adegan yang diperagakan oleh masing-masing saksi," terang Kanit 1 Satreskrim Polres Lamongan Iptu Sunandar kepada wartawan di TKP, Kamis (5/1/2023).

Dikabarkan Sunandar, pihaknya tengah memadupadankan keterangan saksi dan kedua tersangka yang kini telah ditahan di Mapolres Lamongan.

"Tersangka belum dihadirkan dalam rekontruksi tahap awal ini dan digantikan oleh pemeran pengganti. Kegiatan rekontruksi ini adalah rangkaian dari proses penyelidikan untuk membuat terang suatu pidana," lanjutnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Kedua tersangka yakni S dan AL, kata Sunandar, terus menyangkal melakukan tindak pidana pembunuhan. Hal itu pula yang memutuskan untuk tidak mengikutsertakan kedua tersangka dalam rekontruksi awal.

"Hasil penyelidikan polisi sudah menemukan cukup bukti. Setelah ini kami penyidik akan menggelar rekonstruksi lagi dengan para tersangka," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan almarhum Patolah ini terjadi pada tanggal 4 Oktober 2022 lalu. Korban saat itu ditemukan oleh anaknya tergeletak di depan gubuk kebun jagung miliknya dalam kondisi kepala berlumuran darah.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke polisi. Almarhum kemudian diautopsi dan hasilnya itu diketahui ada luka lecet di tangan kiri dan lecet pada punggung. Selain itu juga ditemukan benjolan pada kepala bagian belakang serta mulut mengeluarkan darah.

"Ada sekitar 11 saksi yang sudah kita periksa dan dari hasil autopsi terhadap almarhum diketahui ada luka bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala,"pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.