Minggu, 14 Jun 2026 12:53 WIB

Konvoi Perguruan Silat di Jombang Berulah, 7 Orang Diamankan Polisi

Oknum anggota perguruan silat dan barang bukti diamankan Satreskrim Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Oknum anggota perguruan silat dan barang bukti diamankan Satreskrim Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sekelompok pemuda dari perguruan silat melakukan konvoi pada Selasa (3/1/2023) malam, di Jombang. Rombongan konvoi anggota perguruan silat ini melakukan sweeping terhadap anggota perguruan silat lainnya.

Aksi konvoi ini dibubarkan petugas Satreskrim Polres Jombang. Polisi juga melakukan penangkapan terhadap anggota perguruan silat yang melakukan konvoi.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Dari hasil pemeriksaan petugas terhadap sejumlah barang bawaan anggota perguruan silat yang melakukan konvoi, petugas mengamankan benda-benda yang akan dijadikan sarana tawuran.

"Sekelompok pemuda ini disinyalir perguruan silat yang melakukan konvoi di sekitar Ringin Contong hingga di stadion. Mereka membawa senjata tajam, miras dan membawa ruyung. Diduga akan melakukan tawuran dengan perguruan silat lainnya," terang Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, Rabu (4/1/2023).

Sebanyak 7 orang diamankan. Dua diantaranya warga Jombang, dan 5 lainnya merupakan warga Trowulan Mojokerto.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Dari 7 orang yang diamankan, dua merupakan anak-anak. Dan satu kita tetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam, jenis alat penusuk yang terbuat dari baja," ucapnya.

Tersangka itu berinisial A (21) warga Kecamatan Ngoro, Jombang. Dijerat dengan Undang-Undang Darurat pasal 2 ayat 1 dengan ancaman hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Sampai hari ini belum ada yang melapor, baik ke Polres Jombang maupun ke Polsek jajaran. Untuk itu kami imbau untuk melapor, karena di medsos ada yang mengaku sebagai korban, anak masih SMP," terangnya.

"Untuk yang anak-anak kita panggil orang tua, kepala desa dan kepala sekolah. Dan kami serahkan pada pihak yang mempunyai kompetensi untuk membina anak-anak tersebut. Dan termasuk kita akan panggil perguruan silatnya secara resmi," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.