Jumat, 19 Jun 2026 07:48 WIB

Belerang Penyebab Ribuan Ikan Mati di Telaga Ngebel Berasal dari 2 Kemungkinan

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan ikan mati mendadak di Telaga Ngebel Ponorogo, dua hari lalu. Ikan yang mati berada di keramba para petani itu mengakibatkan kerugian jutaan rupiah.

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo telah terjun mengambil sampel air dari Telaga Ngebel untuk dilakukan uji laboratorium. Dan hari ini hasil dari uji lab itu telah keluar.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Masun, menandaskan penyebab utama ikan-ikan itu adalah belerang.

"Itu adalah fenomena alam, sumber pokoknya belerang," ujar Masun, Selasa (3/1/2023).

Diterangkan, belerang yang ada di Telaga Ngebel disebabkan 2 kemungkinan, yang pertama adalah belerang dari batuan di sisi pinggir telaga yang kemudian terbawa air hujan lalu masuk ke dalam telaga.

Kemungkinan kedua karena ada aktivitas magma di dalam palung Telaga Ngebel sehingga terjadi aktivitas upwelling sehingga belerang naik ke atas permukaan air telaga.

"Nah, belerang tadi ketemu air akan ada reaksi menghasilkan hidrogen sulfida, dan hidrogen sulfida ini sifatnya adalah asam sehingga kalau dilihat dari hasil uji ketika melakukan uji kualitas air itu didapatkan warnanya kekuningan menunjukkan Do-nya sangat rendah, keruh banget, ciri khas belerang, PH-nya sangat rendah di angka 3," terangnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

PH yang rendah dan sedikit asam mengakibatkan ekosistem yang tidak cocok untuk ikan, sehingga banyak ikan yang mati.

"Murni karena aktivitas alam yang pokok masalahnya karena di belerang bukan karena fenomena lain. Kalau ada yang menyebut karena terkait aktivitas petasan atau yang lain-lain dipastikan tidak ke sana," lanjutnya.

Sebelumnya, banyak isu yang beredar dikalangan masyarakat bahwa ribuan ikan yang mati di Telaga Ngebel disebabkan efek dari petasan yang dibunyikan waktu malam pergantian tahun baru.

"Ikan-ikan mati murni karena keasaman sehingga tidak cocok untuk hidup mereka. Kalau saat ini viral karena sehabis ada perayaan tahun baru di sana. Tapi sekali lagi tidak ada kaitannya dengan itu," pungkasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Reporter: Ahmad Fauzani

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.