Selasa, 16 Jun 2026 16:42 WIB

Awal Tahun 2023, Harga Cabai Rawit di Lamongan Makin 'Pedas'

Rohimah, salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Rohimah, salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah komoditi pangan di Lamongan naik signifikan usai libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Komoditi lainnya juga mengikuti.

Salah satu komoditi yang harganya naik signifikan yaitu cabai rawit, naiknya sekitar Rp20 ribu per kilogram, yaitu dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu. Kenaikan diikuti cabai besar, bawang merah dan putih.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Terjadi sejak pergantian tahun, harga cabai merangkak naik dari Rp 40 ribu, Rp 60 ribu dan masuk tahun baru Rp 80 ribu," ungkap salah satu pedangan di Pasar Sidoharjo Lamongan, Rohimah, Senin (2/1/2022).

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit tampaknya juga diikuti bahan dapur lain seperti bawang merah yang harganya berkisar Rp35 ribu dari harga sebelumnya Rp30 ribu.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Kalau bawang putih dari harga Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu. Sedangkan cabai merah besar dari Rp30 menjadi Rp40 ribu per kilonya," papar Rohimah.

Kenaikan harga ini terjadi pada seluruh pasar induk di Lamongan, antara lain Pasar Sidoharjo, Pasar Babat, Blimbing dan Mantup.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Anang Taufik menyebut bahwa naiknya harga sejumlah komoditi bukan disebabkan baiknya daya beli atau permintaan pasar saat Nataru, melainkan ditengarai akibat cuaca buruk.

"Masuk musim penghujan, daerah penghasil cabai mengalami dampaknya. Produktivitas menurun hingga mengurangi pasokan, sehingga ada kenaikan harga, demikian dengan bawang-bawangan. Meski begitu stok masih aman," pungkas Anang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.