Jumat, 19 Jun 2026 20:48 WIB

Puluhan Pendaki Nikmati Pergantian Tahun dari Gunung Panderman dan Butak

Para pendaki hendak naik ke Gunung Panderman dan Butak. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Para pendaki hendak naik ke Gunung Panderman dan Butak. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Para pendaki yang naik ke Gunung Panderman dan Butak terpantau meningkat menjelang malam tahun baru 2023. Seperti rute yang melalui Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Pendaki yang didominasi dari luar Kota Batu ini mengaku ingin menghabiskan pergantian tahun dari atas gunung dan melihat pemandangan yang indah.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Saya sengaja bersama teman-teman naik ke gunung biar bisa melihat pemandangan tahun baru dari atas. Rutenya kami ingin ke Gunung Butak, mungkin besok baru balik," jelas Wafiudin asal Ngawi, Sabtu (31/12/2022).

Sementara itu, penjaga Pos Pantau Gunung Panderman dan Gunung Butak, Sardi mengatakan biasanya hanya 20-30 orang saja. Tapi Hari ini (Sabtu, 31/12/2022) sudah ada sekitar 80 pendaki yang naik.

"Ini sudah lebih baik dibandingkan pandemi corona 2020 dan 2021, tapi belum seperti sebelum pandemi beberapa tahun lalu, disini dulu parkiran bisa penuh. Tapi semua harus tetap disukuri," ungkapnya.

Menurut Sardi dari dua pilihan Gunung Panderman dan Butak para pendaki lebih senang mengunjungi Gunung Butak karena dalam perjalanan menuju ke sana mereka akan disuguhi pepohonan pinus dengan hutan yang rimbun.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Jadi setelah melewati semua pos, pendaki akan menemui padang savana yang luas dengan hamparan bunga edelweiss. Biasanya di tempat tersebut, pendaki mendirikan tenda sebelum melanjutkan pendakian hingga ke puncak," katanya.

Untuk sampai di puncak Gunung Butak direkomendasikan pada saat matahari akan terbit. Pendaki bisa melihat pemandangan alam dan Gunung Arjuno berselimutkan awan putih ketika cuaca sedang cerah.

"Di Gunung Butak ada savana seperti camping ground, luasnya sekitar 7 hektare. Itu bisa mendirikan ratusan tenda di sana. Berbeda dengan Gunung Panderman yang lebih kecil paling hanya bisa beberapa tenda saja," katanya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Untuk tiket menuju Gunung Butak atau Gunung Panderman dari pos pantau, setiap pendaki dikenakan biaya sebesar Rp15.000. Pendaki akan diminta meninggalkan KTP atau kartu identitas lainnya.

Kemudian, ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan oleh pendaki. Seperti mencabut tanaman bunga yang ada dan untuk wanita dilarang mendaki dalam kondisi menstruasi.

"Wanita yang berhalangan tidak boleh naik, itu pantangan, dikhawatirkan kesurupan, tapi kita ya enggak tahu juga bisa saja sewaktu ke atas kemudian halangan," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.