Rabu, 17 Jun 2026 20:29 WIB

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Dikeluhkan Warga di Bojonegoro dalam Jumat Curhat

Naryo, warga Desa Sambongrejo saat menyampaikan keluhan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Naryo, warga Desa Sambongrejo saat menyampaikan keluhan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi menjadi salah satu poin penting yang diadukan warga dalam acara Jumat Curhat yang digelar Polres Bojonegoro, Jumat (30/12/2022).

Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad mengatakan kegiatan, program Jumat Curhat ini merupakan salah satu program Kapolri untuk semakin dekat dengan masyarakat, guna menyerap aspirasi dan permasalahan yang ada di tingkat bawah mulai masalah sosial, kriminalitas, maupun keluhan terkait pelayanan Polri.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

"Selain itu, Jumat Curhat bisa juga sebagai silaturahmi, tukar pikiran, penyampaian ide atau informasi yang berkembang saat ini," jelas Muhammad.

Alumni Akpol 2003 itu menambahkan, kegiatan Jumat Curhat merupakan bentuk implementasi dari slogan Presisi yang diusung oleh Kapolri yaitu Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan.

"Kami (Polres Bojonegoro) siap menerima kritik, saran dan masukan masyarakat dalam hal kamtibmas dan pelayanan," tandasnya.

Kapolres Bojoronegoro AKBP Muhammad saat menghadiri Jumat Curhat di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang (Foto: Humas Polres Bojonegoro for jatimnow.com)Kapolres Bojoronegoro AKBP Muhammad saat menghadiri Jumat Curhat di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang (Foto: Humas Polres Bojonegoro for jatimnow.com)

Baca Juga: Polres Bojonegoro Bongkar Praktik Pengoplosan LPG Melon ke Nonsubsidi

Dalam acara yang digelar di Kecamatan Sumberrejo ini, sejumlah warga mengadu terkait sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Naryo (54), warga Desa Margoagung, kecamatan setempat meminta polisi untuk menindak oknum-oknum yang masih bermain atau menyelewengkan peredaran pupuk bersubsidi. Juga meminta bantuan agar kuota pupuk bersubsidi untuk petani ditambah.

"Adanya kelangkaan pupuk bersubsidi sangat merugikan petani, karena saat musim tanam seperti ini petani sangat membutuhkan," keluh Naryo.

Baca Juga: Pemkot Kediri Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman dan Harga Sesuai HET

Sementara Camat Sumberrejo, Drs. Gunardi mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah mengajukan permintaan penambahan kuota pupuk bersubsidi yang semula 100 kilogram per 1 hektar, menjadi 120 kilogram.

"Pemerintah saat ini telah berupaya mengembalikan penggunaan pupuk organik untuk mengembalikan tanah pertanian agar tetap terjaga dengan baik unsur haranya," jelas Gunardi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.