Selasa, 16 Jun 2026 10:12 WIB

Pernikahan Dini Tertinggi di 10 Daerah, Berdampak Peningkatan Stunting di Jatim

Koordinator Bidang Latbang BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Koordinator Bidang Latbang BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pernikahan dini di Jawa Timur mengalami lonjakan 96 persen atau berkisar 9.863 kasus, sejak Januari sampai Agustus 2022. Dan ini menjadi salah satu faktor penyebab kasus stunting bertengger di angka 23,5 persen.

Koordinator Bidang Latbang BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto mengatakan, menurut data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGI); pernikahan dini menjadi salah satu faktor lahirnya bayi stunting.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

"Pendewasaan usia perkawinan itu sangat penting. Pernikahan dini menjadi salah satunya faktor yang mendukung lahirnya bayi-bayi stunting," kata Sukamto dalam forum koordinasi jurnalis BKKBN Jatim, di Surabaya, (29/12/2022).

Menurut Sukamto, edukasi nikah dan pranikah bagi remaja juga masuk dalam upaya pemerintah dalam intervensi penurunan stunting, dalam bentuk intervensi spesifik atau langsung.

"Pendewasaan usia perkawinan ideal bagi laki-laki 25 tahun dan bagi wanita 21 tahun, sedangkan di Jawa Timur terdapat 10 daerah dengan pernikahan dini tertinggi," jelasnya.

Dijelaskan oleh Sukamto, 10 daerah itu diantaranya adalah; Jember 880 kasus, Malang 845, Kraksaan 770, Lumajang 566, Banyuwangi 563, Bondowoso 471, Pasuruan 464, Bojonegoro 369, Situbondo 346 dan Kediri juga 346.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Lanjut Sukamto, ini menjadi pekerjaan rumah karena menyangkut pemahaman masa subur. Serta kaitannya dengan menekan angka pernikahan dini, sekaligus kasus stunting.

"Sosialisasi kepada masyarakat tentang pasangan usia subur, dimana menikah sesuai batas usia. Ini akan berpengaruh pada MP-ASI dan kesehatan bayi atau balita," tuturnya.

Oleh karenanya, diperlukan dukungan dari seluruh sektor dan pihak-pihak terkait, serta perlu upaya-upaya strategis agar target stunting dapat tercapai.

Baca Juga: 80 Persen Anak Indonesia Masih Defisit Protein Hewani

"Harapan pemerintah di tahun 2024 stunting turun menjadi 14 persen, dengan konsep pentahelix dan kuat lewat kerja sama, kami mengajak rekan-rekan media untuk lebih support pemberitaan dukungan," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.