Selasa, 23 Jun 2026 14:17 WIB

Harga Bahan Baku Naik, Perajin Kerupuk di Jombang Pakai Siasat Ini

perajin kerupuk mentah di Dusun Segodorejo, Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito mengeluhkan harga tapioka yang naik rata-rata Rp2.000 per kilogram. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
perajin kerupuk mentah di Dusun Segodorejo, Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito mengeluhkan harga tapioka yang naik rata-rata Rp2.000 per kilogram. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Naiknya harga tepung tapioka yang merupakan bahan baku pembuatan kerupuk mentah dikeluhkan perajin di Dusun Segodorejo, Desa Segodorejo Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Semula harga per kilogram tepung tapioka ini di kisaran Rp6.000, namun kini mengalami kenaikan sebesar Rp2.000, atau menjadi Rp8.000 per kilogramnya.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Kondisi ini membuat perajin kerupuk harus pintar-pintar memutar otak agar kerupuk mentah tetap laku dijual tanpa harus menaikkan harga.

Hari (31), salah satu perajin kerupuk asal Segodorejo mengaku setiap harinya ia membutuhkan 200 kg tepung tapioka untuk memproduksi kerupuk mentah.

"Sekali produksi membutuhkan 200 kg tepung, nanti bisa dijadikan kerupuk mentah 250 kg," kata pelaku UMKM ini, Kamis (29/12/2020).

Ia mengaku jika akhir-akhir ini harga tepung tapioka naik. Semula harga per 200 kg tepung tapioka untuk sekali produksi itu, di kirasan Rp1,2 juta. Kini naik menjadi Rp1,6 juta.

"Biasanya 100 kg seharga Rp600 ribu, kalau sekarang naik jadi Rp800 ribu, per 100 kg," paparnya.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Proses pembuatan kerupuk mentah yang siap dijual ke pasaran. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)Proses pembuatan kerupuk mentah yang siap dijual ke pasaran. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Untuk menghadapi kondisi ini, biasanya perajin kerupuk mentah menyiasati dengan cara mengubah ukuran kerupuknya. Langkah ini lebih realistis dibandingkan harus menaikkan harga.

"Kalau dinaikkan harganya sulit untuk dijual. Solusinya ukuran kerupuk yang dikurangi," tegasnya.

Ia mengaku harga jual kerupuk mentah di pasar dijual Rp14.000 per kilogramnya. Dan untuk sekali produksi perajin bisa meraup omzet sekitar Rp3,5 juta.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

"Harga per kilogram kerupuk mentah ini Rp14 ribu, kalau sekali produksi ya biasanya bisa menghasilkan 250 kilogram kerupuk mentah. Jika dikonversi ke uang, sekitar Rp3,5 juta," paparnya.

Untuk itu, ia berharap pada pemerintah agar harga tepung tapioka bisa kembali normal seperti semula.

"Ya harapannya harga tepung normal lagi," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.