Senin, 15 Jun 2026 17:50 WIB

Puluhan Ribu Nelayan Lamongan Tak Bisa Melaut, Ini yang Ditunggu

Sebanyak 21 ribu nelayan di Lamongan memilih tak melaut karena cuaca buruk. (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Sebanyak 21 ribu nelayan di Lamongan memilih tak melaut karena cuaca buruk. (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Cuaca ekstrem yang ditandai dengan tingginya gelombang air laut melanda sejumlah perairan Lamongan. Puluhan ribu nelayan terpaksa tak bisa melaut yang menyebabkan produktivitas ikan tangkap menurun.

Dinas Kelautan dan Perikanan  Lamongan mencatat sedikitnya sekitar 21 ribu nelayan di Kecamatan Brondong dan Paciran terdampak cuaca buruk.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Sementara data yang kami peroleh ada 21 ribu nelayan, dengan jumlah kapal 4.300. Jumlah itu tersebar di Paciran dan Brondong, dan sebagian besar nelayan tidak bisa melaut karena baratan (ombak besar disertai angin)," ungkap Kepala Bidang Tangkap Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Lamongan, Hendro, Senin (26/12/2022).

Ia menambahkan hal ini menyebabkan produktivitas nelayan turun hingga 5 persen dari target tahunan. Padahal nelayan bisa memenuhi kurang lebih 71 persen hasil tangkap per bulannya.

"Menurun drastis karena banyak nelayan yang tak melaut. Saat ini menyisakan kapal-kapal besar saja yang melaut, itupun tidak semua kapal besar mencari ikan. Sementara seluruh kapal kecil tidak melaut," paparnya

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Selain tak bisa melaut, nelayan juga dipusingkan dengan arus gelombang tinggi yang menghantam dermaga. Sejumlah perahu yang terparkir saling berbenturan dan mengakibatkan empat perahu rusak hingga tenggelam.

"Untuk bantuan pangan bagi nelayan ada, tetapi tidak banyak. Untuk bantuan perbaikan kapal yang rusak juga belum ada. Hanya saja, kami mendata dan melaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lantaran nelayan laut kewenangan di DKP Jawa Timur," ulasnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementara itu, keluhan para nelayan itu diwakili Ketua Rukun Nelayan Paciran, Muchlisin Amar menyatakan nelayan serba pusing. Menurutnya, banyak nelayan yang kesulitan memenuhi kebutuhan lantaran tidak ada pendapatan.

"Kondisi ini berimbas pada sulitnya nelayan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, tentu bantuan dari pemerintah sangat diharapkan," tutur Muchlisin.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.