Rabu, 17 Jun 2026 01:07 WIB

65.000 Pelajar Surabaya Besok Menari Remo, Siap Pecahkan Reko Muri

Ratusan pelajar SMP Negeri 18 Surabaya saat latihan mempersiapkan diri turut dalam Tari Remo massal yang digekar Pemkot Surabaya. (Foto: SMPN 18 Surabaya for jatimnow.com)
Ratusan pelajar SMP Negeri 18 Surabaya saat latihan mempersiapkan diri turut dalam Tari Remo massal yang digekar Pemkot Surabaya. (Foto: SMPN 18 Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar Tari Remo massal pada Minggu (18/12/22) besok. Sebanyak 65.000 lebih pelajar mulai jenjang SD sampai SMP se-Surabaya turut meramaikan.

Kegiatan ini memiliki tujuan, yaitu agar Tari Remo tercatat dalam Rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) sebagai budaya asli warisan Kota Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Surabaya M Fikser mengatakan, acara akan mulai dibuka pada pukul 07.00 WIB dan diperkirakan selesai 10.00 WIB. Warisan budaya, lanjut Fikser, perlu dikenalkan di mata pelajar dan juga masyarakat Indonesia.

"Akan diramaikan oleh 400 instansi sekolah SD dan SMP se-Surabaya dan 65.000 lebih penari kalangan pelajar. Mengokohkan budaya asli Kota Surabaya, di mata pelajar dan masyarakat Indonesia," kata Fikser kepada jatimnow.com, Sabtu (17/12/2022).

Acara kolosal akbar ini nantinya akan digelar di 10 titik bersejarah di Surabaya. Diantaranya Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Jembatan Merah, Jembatan Sawunggaling, halaman Balai Kota, Alun-Alun Surabaya, Taman Bungkul, Taman Apsari, Taman 10 November, serta halaman SD-SMP se-Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Pihak Pemkot sengaja menggelar di titik-titik yang memiliki nilai sejarah, agar para pelajar juga turut mengenal nilai-nilai sejarah Surabaya sebagai Kota Pahlawan," jelasnya.

Sementara, panggung pusat dan tempat penilaian panitia rekor Muri berada di Jembatan Suroboyo.

"Jembatan Suroboyo nanti akan dipasang sebuah layar videotron yang menampilkan tayangan tari di setiap titik yang ada, sekaligus panitia rekor Muri menilai," ungkapnya.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Wismilak Kretek Slim Klik Pecahkan Rekor MURI

Menurut Fikser, meskipun acara ini melibatkan seluruh pelajar SD dan SMP se-Surabaya, Pemkot tidak mengekang pihak sekolah terkait kostum.

"Penilaian dari panitia Muri nanti ada digerakan, jumlah, dan juga sejarah asal muasalnya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.