Kamis, 18 Jun 2026 10:24 WIB

Warga Ponorogo Pengidap Gangguan Jiwa Ini Butuh Bantuan, Kondisinya Mengenaskan

Kondisi Bambang Purwanto (23) di dalam bilik rumahnya. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kondisi Bambang Purwanto (23) di dalam bilik rumahnya. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sungguh malang nasib seorang pria di Ponorogo ini. Ia mengidap gangguan jiwa (ODGJ) dan hidup sebatang kara. Ironisnya, pria ini tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah sama sekali.

Ia adalah Bambang Purwanto (23), warga Dusun Pandanderek, Desa Winong, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Bambang hidup di rumah berukuran empat kali delapan dan tidur hanya di atas kursi yang terbuat dari bambu.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ketika tim jatimnow.com menyambangi rumah Bambang, aroma tak sedap menyeruak menusuk hidung. Maklum, Bambang tidak pernah beranjak dari tempat tidurnya yang sumpek dan kumuh. Bahkan buang air kecil hingga buang air besar di tempat yang sama.

Selama ini kebutuhan hidup Bambang dicukupi oleh pamannya, Dasri. Sebenarnya perekonomian Dasri juga jauh dari kata layak. Dia hanya bekerja sebagai kuli bangunan dan juga harus mengurus istri dan anaknya.

“Bambang sakit itu ketika mau ke SMA. Dia (Bambang) depresi. Kakaknya meninggal dunia tambah depresi,” ujar Dasri, Sabtu (17/12/2022).

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menurut Dasri, sebenarnya Bambang pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui ibunya, Katemi. Namun semenjak ibu nya meninggal karena sakit, otomatis bantuan itu terhenti. Selain itu, Bambang juga tidak mempunyai KTP, hal itu yang membuat dia tidak mendapat bantuan.

“Akhirnya yang mencukupi ya saya. Bambang gak mau kemana-mana. Mandi juga kalau saya paksa. Berak dan kencing ya di kamarnya itu,” terang Dasri.

Di sisi lain, Kepala Dusun Pandanderek, Alif Muhtar, mengaku bahwa Bambang awalnya hidup normal sebagaimana anak-anak yang lain. Bahkan mengenyam pendidikan hingga SMP. Namun setelah lulus, Bambang tiba-tiba berubah menjadi pemurung hingga kadang mengamuk dan merusak perabotan rumah.

“Sekarang bisa dikatakan parah baik segi mental atau fisik,” jelas Alif Muhtar.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Alif berharap, ada bantuan terutama dari pemerintah mengenai keberadaan Bambang, baik berupa sembako maupun pengobatan kejiwaan agar tidak lagi mengancam keselamatan warga sekitar.

“Semoga segera mendapat bantuan,” pungkasnya. (Ahmad Fauzani)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.