Kamis, 11 Jun 2026 22:33 WIB

Agustusan, Rezeki Warga Kampung Bendera Makin 'Berkibar'

Suasana di kampung bendera Darmokali Surabaya
Suasana di kampung bendera Darmokali Surabaya

jatimnow.com - Geliat bisnis pernak-pernik merah putih semakin ramai menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia. Penjual pernak-pernik di seluruh Indonesia pasti merasakan 'kibaran'  rezeki hari kemerdekaan, tak terkecuali di Surabaya.

Jalan Darmokali hingga Jalan Wonokromo Surabaya berubah menjadi semarak akibat pernak-pernik merah putih. Mulai bendera, umbul-umbuldan segala macam pernik yang berhubungan dengan hari kemerdekaan dipajang disana. Dua jalan di Surabaya tersebut memang dikenal sebagai pusat penjual bendera dan segala macam kelengkapan perayaan hari kemerdekaan RI.

Seniwati (32) salah satu warga asal Darmokali ini setiap tahunnya rutin menjual pernak-pernik atau hiasan untuk menyambut Agustusan.

Ia sudah berjualan pernak-pernik untuk Agustusan seperti ini sejak tahun 2010. Ia berjualan mulai pukul 08.00 hingga 21.00 Wib. Seniwati memilih jualan bendera-bendera merah putih ini untuk menggantikan jualannya setiap hari sebagai pedagang jas hujan dan perlengkapan berkendara.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah



"Setiap tahunnya saya bersama suami berjualan pernak-pernik ini mulai dari bendera, lampion, background bendera selama 23 hari mulai dari tanggal 25 Juli sampai 16 Agustus nanti," ujar Seniwati saat dikunjungi jatimnow.com, Minggu (5/8/2018).

Seniwati mengatakan, bendera-bendera dan aksesoris untuk Agustusan ini rata-rata diproduksi oleh warga Darmokali sendiri.

"Makanya disini sering disebut sebagai kampung bendera, karena mayoritas penduduknya memproduksi sendiri bendera-bendera ini mas karena banyak penjahitnya. Yang memproduksi itu dari RT 01 sampai RT 09," katanya.

Seniwati mengaku dari hasil berjualan bendera selama dua puluh hari bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya



"Harga dari pernak-pernik ini yang paling murah hingga mahal sekitar Rp 15 ribu-350 ribu. Alhamdulillah selama dua puluh hari berjualan biasanya rata-rata mendapatkan omzet sebesar Rp 12 juta, untuk seharinya paling besar sebanyak Rp 4 juta," pungkasnya.

Harga bendera yang dijual pun beragam. Mulai dari Rp10 ribu per 3 meter (bendera plastik) hingga Rp350 ribu (bendera background). Tak hanya bendera, pedagang-pedagang ini juga menjual pernak-pernik lain seperti lampion dan umbul-umbul serta tongkat dan bambu.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.