Selasa, 23 Jun 2026 13:15 WIB

Kasus 40 Sertifikat Tanah di Bojonegoro Diduga Palsu, Polisi Periksa Pegawai BPN

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardana (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardana (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Bojonegoro masih lakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penerbitan sertifikat palsu progam pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang diterima warga Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardana Akbar Ramdhani mengungkapkan, perkembangan perkara kasus dugaan sertifikat palsu sampai saat ini masih pada penyelidikan dan pemanggilan saksi-saksi.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

"Kemarin sudah ada lima orang saksi, baik dari pelapor, juga dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) yang diperiksa dan diambil keterangan," ujar Girindra, Jumat (16/12/2022).

Terkait jumlah temuan sertifikat tanah yang diduga palsu, Girindra mengaku belum mengetahui secara pasti, karena masih terus dikembangkan. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor, bila mendapati sertifikat miliknya palsu.

"Bagi masyarakat yang merasa ditipu atau dirugikan jangan takut, dapat segera melapor, pasti akan segera kami tindaklanjuti," tambahnya.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman yang diduga menerima sertifikat tanah palsu melaporkan oknum pegawai BPN ke polisi, pada Selasa (6/12/2022) lalu.

Sertifikat tanah diduga palsu itu diterbitkan sang oknum melalui program PTSL lanjutan Tahun 2021 dan reguler.

Baca Juga: Gelar Perkara PT Harum Resource Dinilai Abaikan Bukti Pelapor

Dugaan sertifikat tanah palsu itu diketahui setelah salah satu warga mendapati sertifikat tanah miliknya akan digunakan sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman di salah satu perbankan atau koperasi. Namun, pinjaman itu ditolak lantaran sertifikat tanah itu tidak terregistrasi di BPN.

Dari temuan tersebut kemudian terungkap ada sekitar 40 sertifikat tanah warga yang diduga palsu. Akibat kejadian itu warga merasa dirugikan karena sebelumnya sudah membayar sekitar Rp3 juta untuk penerbitan sertifikat tanah tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.