Kamis, 18 Jun 2026 00:45 WIB

Kos Harian Menjamur, Bisnis Perhotelan di Lamongan Terancam Gulung Tikar!

Salah satu hotel terdampak kos harian berkedok homestay di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Salah satu hotel terdampak kos harian berkedok homestay di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjamurnya kos harian berkedok homestay di Lamongan mengancam bisnis perhotelan. Hal itu, terbukti dari jumlah pendapatan dan okupansi yang terus merosot setiap tahunya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Lamongan, Affandi Rusdi mengungkapkan hotel yang terdampak dari fenomena itu mayoritas berada di dikawasan Lamongan Kota.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Ia menyebut okupansi hotel saat ini hanya diangka 20 persen dari target.

"Kos harian mulai muncul sejak 2017 silam, pada pandemi 2019 hotel dibebankan aturan, beda dengan kos yang masih leluasa karena tak terawasi dan terselubung. Dengan alasan itu pelanggan beralih ke kos dan berlanjut sampai sekarang," Affandi, Kamis (15/12/2022).

Ia menuding, kondisi ini ditengarai kurangnya pengawasan dan penindakan oleh Satpol PP Lamongan. Pasifnya pemerintah, terang Affandi, membuat usaha kost harian menjadi ladang basah dan makin menjamur.

Ketua PHRI Lamongan, Affandi Rusdi. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)Ketua PHRI Lamongan, Affandi Rusdi. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Makanya ini dari aparat tentunya (Satpol PP), mengenai perizinan apakah ranahnya di sana itu betul-betul kos-kosan atau dibuat homestay. Karena usaha ini sangat pengaruh dengan okupansi hotel," jelasnya.

Jika terus berlarut-larut, Affandi khawatir, cepat atau lambat dikhawatirkan akan berpengaruh kepada pendapatan pajak.

"Ya harus dipertegas satu mengenai perizinan terutama mengenai status kos-kosan ini apa homestay atau yang seperti apa ini harus wajib didata," terangnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Lebih jauh, Affandi berharap, perizinan harus diperketat mengingat banyak diantara pemilik tempat kos yang cenderung menyepelekan izin.

"Perizinan tentunya harus menunjang ke pajak. Karena kalau terus secara sembunyi-sembunyi akan menjadikan polemik. Jadi harus jelas apakah kos, wisma, atau homestay," terang dia.

Perlu diketahui, terdapat 14 hotel di Lamongan yang mengeluhkan perihal kos harian berkedok homestay.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.