Senin, 22 Jun 2026 20:43 WIB

Pengakuan Wali Kota Blitar Santoso, Perampok Ancam Telanjangi Istri

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 13 Des 2022 13:49 WIB
Wali Kota Blitar, Santoso. (foto: Anton for jatimnow.com)
Wali Kota Blitar, Santoso. (foto: Anton for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kawanan perampok yang menyatroni Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso benar-benar kejam. Tak hanya melakukan penyiksaan, pelaku juga mengancam akan menelanjangi istri Santoso, Feti Wulandari, jika tak menunjukkan tempat penyimpanan uang.

Wali Kota Blitar Santoso mulai menceritakan pagi mencekam saat rumah dinasnya disatroni kawanan perampok bersenjata tajam pada Senin (12/12/2022).

Baca Juga: Wali Kota Blitar Mas Ibin Raih Penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2025

Menurut Santoso, pelaku langsung menyergapnya saat sedang tidur. Mulut dan matanya ditutup lakban, kemudian tangannya diikat.

Santoso mengaku tak mengetahui secara pasti wajah pelaku. Sekilas ia melihat pelaku mengayunkan parang ke arah istrinya yang baru saja selesai salat tahajud.

“Saya langsung disergap suruh tengkurap langsung dilakban mata. Sekilas lihat, kalau wajahnya tidak terlihat. Kalau senjata api ke saya tidak. Tapi saya lihat salah satu bawa parang, jadi ke istri saya,” kata Santoso, Selasa (13/12/2022).

Saat itu, Santoso dipaksa menunjukkan brankas tempat penyimpanan uang. Santoso menolak karena memang ia tak memiliki brankas di rumah dinasnya.

Pelaku terus memukul dan menendang kaki dan tubuh santoso.

“Ketika saya belum menunjukkan tempat saya menyimpan uang, saya kemudian ditendang, dipukul. Di bagian kaki, tubuh, pakai kaki sepatunya sepatu brok,” tambahnya.

Baca Juga: Otak Kasus Perampokan Ditangkap Satreskrim Polres Probolinggo Kota

Tak berhenti di situ, pelaku juga mengancam akan menelanjangi istri Santoso. Tak ingin itu terjadi, Santoso memilih menunjukkan lemari tempatnya menyimpan uang

“Waktu itu ia minta kepada saya untuk menunjukkan brankasnya. Brankas bapak di mana?,” cerita Santoso menirukan permintaan pelaku.

“Waktu itu ia sempat ngomong kalau tidak segera diberitahukan istri saya mau ditelanjangi. Itu ancamannya. Saya berpikir bagaimana keselamatan istri, kalau sampai ia melakukan sesuatu yang nggak baik, kasihan nanti. Akhirnya saua silahkan diambil di lemari, tas yang saya miliki juga diobrak-abrik,” tambahnya.

Menurut Santoso, ia tak memikiki brankas tempat penyimpanan uang. Hanya ada uang sedikit dari honornya membuka acara yang disimpan dalam tas dan diletakkan di lemari.

Baca Juga: 7 Fakta Perampokan di Perum De Naila Gresik, 2 Pelaku Ditangkap

“Kalau uang sedikit-sedikit dari hasil kegiatan buka acara, buka acara itu honornya saya simpan di tas cukup saya taruh di lemari,” lanjutnya.

Tak hanya uang, pelaku juga mengambil perhiasan milik istrinya. Termasuk melucuti kalung, gelang dan cincin yang dikenakan istrinya.

“Termasuk sedikit perhiasan yang dimiliki istri saya termasuk kalung yang dipakai sehabis salat itu dilepas, terus gelang cincin ada beberapa yang dibawa. Lha setelah itu sekitar jam setengah empat gitu lah dia udah mulai melarikan diri,” tandas Santoso.

Saat ini kasus perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar tersebut masih terus didalami oleh polisi.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.