Senin, 22 Jun 2026 04:46 WIB

Sedapnya Nasi Pecel Pincuk Daun Jati Lamongan, Harga dan Rasa Maknyus

Mak Muafah, penjual nasi pecel pincuk daun jati di Kecamatan Modo, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Mak Muafah, penjual nasi pecel pincuk daun jati di Kecamatan Modo, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Satu lagi kuliner dari Kabupaten Lamongan yang wajib anda coba. Namanya nasi pecel pincuk daun jati, yang beralamat di Kecamatan Modo.

Nasi pecel ini memang tidak melegenda seperti kuliner khas Lamongan seperti soto atau nasi boranan. Tapi soal rasa, pecel daun jati ini nggak kalah loh.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Bermula dari coba-coba menggabungkan makanan pecel dengan bungkus daun jati, makanan ini menjadi primadona di tempatnya.

Aroma wangi daun jati seakan menggugah selera untuk larut menikmati lezatnya pecel buatan Mak Muafah ini.

"Mengapa menjual nasi pecel pincuk bungkus daun jati, ya karena di daerah saya ini banyak pohon jati yang jarang dimanfaatkan," ujar Mak Muafah, Senin (12/12/2022).

Warung nasi pecel pincuk daun jati Mak Muafah ini sudah 40 tahun berdiri dan pelanggannya pun selalu mengantre.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Saya jualan nasi pecel pincuk daun jati ini sudah sejak tahun 1984, harganya mulai Rp6 ribu sampai Rp15 ribu per porsi," terangnya.

Dalam sehari warung Mak Muafah mampu menjual 25 kilogram beras yang setara 200-an bungkus nasi pecel.

Salah satu pelanggan nasi pecel pincuk daun jati ini adalah Ahmad Kurniawan. Ia mengaku menyantap nasi pecel sudah biasa.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Tapi sebagai pembeda dari nasi pecel Mak Muafah adalah pincuknya. Selain itu, lanjut Kurniawan, nasi pecel Mak Muafah terasa nikmat dan pas dengan pedasnya.

"Makan nasi pecel sudah biasa, tapi makan dengan alas pincuk daun jati di sini sangat luar biasa, rasanya nendang banget dan pedasnyas pas," imbuh Kurniawan.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.