Selasa, 23 Jun 2026 09:20 WIB

Belasan Sepatu di Masjid Agung Jombang Raib saat Ditinggal Salat Jumat

Salah satu jamaah Masjid Agung Jombang yang sepatunya hilang digondol maling. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Salah satu jamaah Masjid Agung Jombang yang sepatunya hilang digondol maling. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sedikitnya 17 pasang sepatu jamaah Masjid Agung Jombang hilang digondol maling saat menunaikan ibadah salat Jumat, sekitar pukul 12.30 WIB.

Sebanyak 7 orang yang kehilangan sepatu itu, adalah warga Jombang yang mengikuti bus rombongan pariwisata Farmtrip yang diadakan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Jombang.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Ibnu Al-Farabi salah satu jamaah salat Jumat yang kehilangan sepatu menjelaskan, sebelum salat ia melepas sepatunya dan diletakkan di dekat tempat wudu pria.

Selanjutnya, ia mengikuti salat Jumat beserta puluhan rombongan bus pariwisata Farmtrip. Namun usai menjalankan ibadah salat Jumat, sepatu seharga Rp1 juta itu raib digondol maling.

"Setelah selesai salat. Saya balik ke tempat sepatu dengan anak saya, sepatunya sudah gak ada," ungkapnya.

Mendapatkan sepatu miliknya hilang, selanjutnya ia mendatangi anggota rombongan yang lain. Alhasil ada 7 orang rombongan pariwisata Farmtrip yang sepatunya hilang.
"Satu bus ini ada 7 orang yang hilang, belum jamaah yang lain. Tadi ada pelajar juga yang sepatunya hilang," ucapnya.

Ia menyebut ada sekitar 17 jamaah salat Jumat di Masjid Agung Jombang yang sepatunya raib digondol maling.

"Kalau semua yang kehilangan bareng saya tadi ada sekitar 17 orang," paparnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan masjid agung.

"Tadi sempat saya tegur keamanan masjid. Kenapa loker untuk sepatu ditaruh di dalam. Seharusnya ditaruh di luar dekat tempat wudu. Selain itu harus ada imbauan juga," tegasnya.

Ia berharap agar kejadian ini tidak terulang. Pasalnya, tempat ibadah yang seharusnya aman dan nyaman malah menjadi sasaran maling.

"Ya kedepan pengamanan harus ditingkatkan lagi, biar gak terulang," tegasnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Sementara itu, Ali salah satu pedagang di depan Masjid Agung Jombang mengaku selama ini belum ada kejadian kehilangan. Namun baru kali ini ada peristiwa pencurian dengan korban mencapai belasan orang.

"Ya baru kali ini, ada sepatu hilang. Sekali kejadian langsung 17 orang yang kehilangan," paparnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.