Jumat, 19 Jun 2026 09:22 WIB

Mediasi Kesenjangan, Eksponen AMM Jatim Gelar Rembuk Kader Sang Surya

  • Penulis :
  • | Kamis, 08 Des 2022 10:25 WIB
Suli Daim. (foto: PWM Jatim for jatimnow.com)
Suli Daim. (foto: PWM Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jawa Timur bakal menggelar Rembug Kader Sang Surya, yang akan digelar di Univeritas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sabtu (10/12/2022).

Rembuk Sang Surya diinisiasi empat eksponan AMM, yang terdiri atas Suli Da'im (Ketua Fokal IMM Jatim), Ali Mu'thi (Korwil Alumni IPM Jatim), Muh Mirdasy (Alumni PWPM Jatim), dan Dwi Endah Purwanti (Alumni Nasyiyatul Aisyiyah).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dalam acara itu, eksponen AMM mengundang tujuh pimpinan wilayah yang sudah menyatakan bersedia dicalonkan seperti Dr. dr Sukadiono, Prof. Dr. Biyanto, Dr. Sulthon Amien MM, Dr. Syamsuddin, Prof. Dr. Thohir Luth, Dr. Hidayatullah, dan Ir. Tamhid Mashudi.

Juga nama-nama lain yang disebut-sebut berpeluang mengisi kursi PWM Jatim, seperti Dr Sholihin Fanani, dr. Sholihul Absor M.Kes, Prof. Sasmito Jati, Kiai Nurbani Yusuf, dan dr. Zainul Muslimin.

Suli Da'im, salah satu eksponen AMM, menegaskan, Rembuk Kader Sang Surya adalah forum dialogis antara para pemegang kebijakan di PWM Jatim dengan komponen-komponen AMM yang berserak di arena kebangsaan maupun masyarakat.

"Kami juga ingin menemukan format ideal bagi proses regenerasi dan alih transformasi pemikiran kader agar terus berkesinambungan dari masa ke masa," jelas ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PWM Jatim ini dalam keterangan resminya.

Suli menuturkan, AMM berkewajiban memberikan usulan, gagasan, dan pemikiran konstruktif bagi upaya pelibatan kader Muhammadiyah dalam agenda Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-16 Muhammadiyah Jatim di Ponorogo mendatang.

"Karena AMM adalah wujud dari penerus, pelangsung, dan penyempurna Muhammadiyah," tegas mantan ketua PW Pemuda Muhammmadiyah Jatim ini.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Menurut Suli, Musywil PWM Jatim sepatutnya tidak hanya sekadar sebagai ritual lima tahunan yang menghasilkan pimpinan dan program yang bersifat rutinitas dan formalitas.

"Forum tertinggi tingkat provinsi ini harus mampu menghasilkan keputusan-keputusan organisisasi yang strategis dan mampu menjawab tantangan persyarikatan mendatang," beber mantan anggota DPRD Jatim tiga periode ini.

Suli juga mengatakan bahwa AMM merupakan saah satu kekuatan masa kini dan masa depan Muhammadiyah. Di mana AMM harus berperan serta dalam memberikan kontribusi positif dan memberi spirit kemajuan bagi gagasan dan ide pembaharuan dalam forum Musywil tersebut.

Menurut Suli, keinginan besar AMM dalam keterlibatan dan keikutsertaan dari sisi kegiatan, kehadiran fisik, dan pikiran harus ditangkap sebagai wujud komitmen terhadap hadirnya organisasi otonom.

"Ini tidak mungkin diabaikan dalam mengemban amanah untuk membesarkan persyarikatan. Kehadiran AMM adalah keniscayaan. Karena AMM adalah hasil perkaderan yang telah berjalan," tandas Suli.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

Hal senada disampaikan Muh. Mirdasy, eksponen AMM lainnya. Menurut dia, keterlibatan AMM dalam Musywil sangat dibutuhkan, baik oleh Muhammadiyah maupun angkatan muda sendiri.

Spiritnya, terang dia, adalah fastabiqul khoirot (berlomba dalam kebaikan), nun walqolami wamayasthurun (nun, demi pena dan apa yang telah dituliskan), dan al birru manittaqa (kebaikan datang kepada orang-orang yang bertakwa).

Mirdasy menegaskan, saat ini masih terjadi kesenjangan dan tidak mudahnya komunikasi antara elit Muhammadiyah dengan AMM. Namun sayangnya hal itu tidak dirasakan oleh para elitnya.

"Yang merasakan anak-anak mudanya, sementara para elit merasa sudah banyak yang dilakukan dan membawa kemajuan bagi organisasi," kata Mirdasy.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.