Sabtu, 20 Jun 2026 14:44 WIB

Kisah Musisi Dangdut di Lamongan Ikut Seleksi Caleg Gegara Terdampak Pandemi

Sudarsono, musisi dangdut Lamongan di sela aktivitasnya berlatih musik (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Sudarsono, musisi dangdut Lamongan di sela aktivitasnya berlatih musik (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang musisi dangdut di Lamongan memberanikan diri mengikuti seleksi calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2024.

Adalah Sudarsono (47), warga Desa Tanggunjagir, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Dia mengawali karir bermusiknya pada Tahun 2000 sebagai keyboardist.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Namun, karir yang telah dibangunnya itu kandas lantaran terdampak pandemi Covid-19 pada 2019. Sepi job menghantui kehidupannya sehari-hari, hingga dia bekerja serabutan.

Menurut Sudarso, kegelisahan akan dunia musik yang belum bisa bersinar seperti sedia kala mengubah pikirannya. Ia akhirnya mengikuti seleksai sebagai caleg PDI Perjuangan (PDIP).

"Saya ingin mengangkat derajat musisi yang selama ini kurang diperhatikan dan bertekad membawa aspirasi teman-teman musisi ini dan memperjuangkan nasib mereka jika saya terpilih," ungkap Sudarso, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Dia menyebut, hal mendasar yang memotivasinya untuk terjun dalam kontestasi politik adalah nasib kebanyakan para seniman, yang dinilai belum memiliki ruang meski potensi yang dimiliki sangat besar.

"Usai pandemi, kendala yang dihadapai para pemusik ini adalah soal izin menggelar acara pada malam hari yang hingga saat ini masih tidak diperbolehkan. Sejak pandemi juga, saya mulai kerja serabutan, kerja apa saja demi memenuhi kebutuhan keluarga," ungkap dia.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sudarso menambahkan, pendemi membuat sebagian para seniman kelimpungan akibat ketidakjelasan aturan. Hingga pada akhirnya, banyak rekanya menjual alat musik yang notabene sebagai sumber mata pencaharian.

"Pandemi membuat para musisi mati suri, hingga banyak musisi sampai jual alat musik mereka," ujar Sudarso.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.