Jumat, 19 Jun 2026 20:53 WIB

Bangunan Sekolah di Kota Batu Rusak Akibat Tanah Gerak

Bangunan sekolah di Kota Batu yang rusak akibat tanah gerak (Foto: BPBD Kota Batu for jatimnow.com)
Bangunan sekolah di Kota Batu yang rusak akibat tanah gerak (Foto: BPBD Kota Batu for jatimnow.com)

jatimnow.com - BPBD Kota Batu melaporkan rusaknya bangunan SD/SMP Satap Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, akibat tanah gerak.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (2/12/2022) pagi. Berdasarkan kajian BPBD, amblesnya tanah mengakibatkan kerusakan bangunan sekolah seluas 500 meter persegi itu.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Bagian lantai maupun dinding bangunan mengalami keretakan. Bahkan di bagian dinding kamar mandi turut ambrol. Seluruh penjuru bangunan sekolah rusak berat imbas pergerakan tanah," ujarnya, Sabtu (3/12/2022).

Terlebih, topografi Dusun Brau berada di wilayah perbukitan. Situasi itu riskan memicu tanah labil ketika curah hujan tinggi. Sehingga air yang terkonsentrasi menambah massa tanah. Lambat laun pada titik tertentu mengakibatkan pergerakan tanah.

"Curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanah kehilangan daya penopang, sehingga bangunan ambles. Beruntung tak ada korban jiwa," imbuh dia.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Berdasarkan kajian BPBD, Dusun Brau merupakan area di wilayah Kecamatan Bumiaji dengan tingkat kerawanan tinggi mengalami tanah labil. Bahkan pada 2021 ditemukan 13 titik rawan longsor atau rekahan tanah berpotensi bahaya di dusun sentra penghasil susu sapi perah itu.

Jangkauan 13 titik potensi kerawanan itu diketahui berdasarkan kajian geoseismik oleh BPBD Jatim menggunakan alat seismograf. Tindakan itu dilakukan saat proses pencarian lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi 15 KK di Dusun Brau. Para warga terdampak itu harus dievakuasi karena tempat tinggalnya rawan ambles.

Peristiwa amblesnya gedung sekolah itu pernah terjadi pada awal Februari 2021. Saat itu terlihat retakan kecil di tembok sekolah. Retakan itu lama kelamaan bertambah dan makin menganga tersebar di beberapa bagian. Mulai dari lorong kelas, kamar mandi, ruang guru dan ruang komputer.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Pada peristiwa kali ini, seluruh penjuru bangunan mengalami kerusakan berat. Menurut Rochim, BPBD merekomendasikan agar didirikan tenda darurat untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, dilakukan pula kajian lanjutan potensi gerakan tanah susulan.

"Kami tidak menyarankan pembelajaran di dalam gedung sekolah. Karena khawatir ada potensi pergerakan tanah susulan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.