Selasa, 16 Jun 2026 00:09 WIB

Wabup Jombang Dorong UMKM Naik Kelas, Ini Tujuannya

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah saat mengikuti kegiatan temu usaha dan penyerahan sertifikat halal di Unipdu Rejoso, Jombang.(Humas Pemkab Jombang for jatimnow.com)
Wakil Bupati Jombang, Sumrambah saat mengikuti kegiatan temu usaha dan penyerahan sertifikat halal di Unipdu Rejoso, Jombang.(Humas Pemkab Jombang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Bupati Jombang, Sumrambah menyampaikan beberapa point penting sertifikasi halal untuk pelaku UMKM. Pesan ini disampaikan dalam temu usaha dengan pelaku UMKM di Universitas Pondok Pesantren Darul Ulum (Unipdu).

Sumrambah, menjekaskan temu usaha yang ini sebagai koordinasi dan sinkronisasi dengan para pemangku kepentingan dalam pemberdayaan usaha mikro yang dilaksanakan di kampus. Harapannya ada;ah dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha juga civitas akademika.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Lebih lanjut ia mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang hadir. Hal ini dikarenakan semua pihak yang hadir akan berkolaborasi dengan seluruh civitas akademika Unipdu untuk menjadi pendukung utama kemajuan perekonomian di Jombang.

"Dinas harusnya dapat berbuat lebih banyak untuk menjadikan UMKM naik kelas ekonomi dan tancap gas. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan impor dan mengajak untuk menggunakan produk lokal, produk dalam negeri," paparnya.

Ia mengaku saat ini Indonesia bergantung pada gandum impor. Karena banyaknya kebutuhan tepung yang belum bisa terpenuhi di dalam negeri.

"Kebutuhan impor terigu itu sudah 12 juta ton per tahun. Kita ini jadi orang barat loh, semuanya tergantung pada terigu dan yang membuat ketergantungan itu pemerintah. Karena setiap pertemuan apapun makanan yang disajikan pasti mengandung gandum atau terigu," katanya.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Pemerintah Kabupaten Jombang berharap ke depannya, semua masyarakat mampu menghindari ketergantungan pada produk impor. Termasuk tergantung pada gandum. Karena ada sorgum yang kandungannya hampir sama dengan gandum.

"Harapannya, kita harus sudah mulai meninggalkan sisi ketergantungan terhadap impor terigu dan mulai beralih ke sorgum, mengonsumsi polo pendem, produk lokal, produk petani kita, dan produk UMKM kita," bebernya.

Ia menceritakan saat ini, dunia sudah teracuni Indonesia dengan semakin kuatnya pariwisata dalam negeri. Selain itu, masyarakat di luar negeri juga mengakui cita rasa masakan di Indonesia.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

"Kenapa? beberapa teman saya asal Australia mulai minta dikirimi bumbu masak, permintaan ini termasuk negara lain. Mereka minta dikirim tidak lagi dalam bentuk cabai mentah, tapi sudah dalam bentuk sambal, dalam bentuk bumbu soto, bumbu rawon, atau bumbu pecel. Ini peluang," ujarnya.

Ia mengaku jika semuanya ini dimulai dari salah satu warga Jombang yang gemar mengkampanyekan masakan Indonesia khususnya masakan Jombang.

"Ini sudah dilakukan oleh anak Wonosalam yang umurnya berapa 38 tahun. Salah satu eksportir bumbu yang sudah merambah ke Eropa. Penghasilannya Rp80 juta sampai Rp100 juta per hari," katanya.

Ia menjelaskan melalui promosi produk lokal ke luar bisa menghasilkan pasar sendiri bagi para pelaku UMKM. "Melalui promosi, dengan membawa contoh barang, diharapkan akan menarik pasar dan akan terjadi transaksi," pungkasnya. (ADV)

 
Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.