Kamis, 18 Jun 2026 09:06 WIB

Wabup Sumrambah Ajak Seluruh Elemen Berpartisipasi Turunkan Stunting di Jombang

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah saat membuka acara diseminasi audit kasus stunting tahap II di Kabupaten Jombang.(Foto: Humas Pemkab Jombang)
Wakil Bupati Jombang, Sumrambah saat membuka acara diseminasi audit kasus stunting tahap II di Kabupaten Jombang.(Foto: Humas Pemkab Jombang)

jatimnow.com - Wakil Bupati Jombang, Sumrambah mengajak seluruh elemen yang ada di Kabupaten Jombang, untuk berpartisipasi menurunkan kasus stunting.

Hal itu disampaikan Sumrambah pada kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahap II di Aula Makodim 0814 Jombang, yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas PPKB, PPPA.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Wakil Bupati Jombang Sumrambah, mengatakan salah satu tujuan kegiatan ini untuk memaparkan hasil identifikasi dan penyebab resiko stunting.

"Baik pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan kelompok anak usia di bawah dua tahun (Baduta) yang ada di Kabupaten Jombang. Dan selanjutnya dari hasil identifikasi dilakukan analisis guna memberikan rekomendasi sebagai upaya pencegahan yang harus dilakukan," ungkapnya, Jumat (2/12/2022).

Ia menyebut, audit kasus stunting yang merupakan salah satu kegiatan prioritas pada rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting dilakukan secara berkesinambungan sehingga intervensi atau pencegahan dapat segera dilakukan.

"Agar kasus tidak semakin memburuk atau penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa sehingga kasus tidak berulang di satu wilayah," paparnya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Jombang mengajak seluruh elemen masyarakat maupun OPD, untuk terlibat dalam penurunan kasus stunting.

"Sudah menjadi kewajaran dan keharusan agar semua OPD, pihak swasta, organisasi profesi, organisasi masyarakat dan pihak-pihak lain berkontribusi dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Jombang, demi menciptakan generasi masa depan yang unggul, berkualitas, sehat dan cerdas," bebernya.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

Ia mengaku, untuk mewujudkan hal ini, perlu dilakukan sinergitas, seluruh pihak agar terwujud capaian tersebut.

"Untuk mewujudkan target yang kita harapkan, dibutuhkan koordinasi, kolaborasi dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, baik dari bidang kesehatan, pangan dan gizi serta lingkungan yang memadai yaitu sanitasi, jamban keluarga dan ketersediaan air bersih serta pola asuh balita," jelasnya.

Ia mengatakan ada beberapa strategi yang perlu dioptimalkan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Jombang.

"Meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi," tegasnya.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Selain itu, sambung Sumrambah, pertemuan diseminasi audit kasus stunting hari ini merupakan sebuah upaya dalam menurunkan angka stunting dengan merumuskan kegiatan-kegiatan yang terintegrasi di Kabupaten Jombang, baik lintas OPD, pihak swasta, organisasi profesi dan organisasi masyarakat.

"Untuk itu pada hari ini diharapkan adanya kesepakatan dari masing-masing OPD akan melakukan kegiatan apa di desa lokus stunting yang sudah ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Jombang Nomor 188.4.45/283/415.10.1.3/2022 tentang lokus prioritas percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Jombang. Semoga semakin menyatukan persepsi dan komitmen kita semua untuk mewujudkan zero stunting di Kabupaten Jombang," pungkas Wabup Sumrambah.

Perlu diketahui kegiatan audit kasus stunting dihadiri perwakilan Satgas Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Timur serta Technical Assistant Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Jombang, dan seluruh OPD terkait lingkup pemerintah Kabupaten Jombang.

Ditegaskan oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah untuk bekerja secara serius, berkolaborasi, mengambil langkah strategis didalam mencegah dan menangani persoalan stunting. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.