Senin, 22 Jun 2026 19:06 WIB

Kisah Kesaktian Sunan Sendang Duwur Lamongan, Suburkan Tanah Tandus

Makam Sunan Sendang Duwur di Desa Sendang Duwur, Paciran, Lamongan, yang tampak ramai didatangi peziarah. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Makam Sunan Sendang Duwur di Desa Sendang Duwur, Paciran, Lamongan, yang tampak ramai didatangi peziarah. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Selain Sunan Drajat, Lamongan juga memiliki Raden Noer Rohmad atau yang dikenal Sunan Sendang Duwur dalam jejek dakwah Islam di Pulau Jawa. Yuk, simak ceritanya.

Ayah Sunan Sendang berasal dari Negeri Baghdad yang merantau ke Lamongan. Menikah dengan anak tokoh agama pada Ketumenggungan Sidayu yang berada di Kecamatan Brondong, Lamongan di masa Tumenggung Raden Joyo Sumitro.

Baca Juga: Diduga Karena Lalai, Tabrakan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan Terjadi di Lamongan

Saat masa peperangan, Sunan Sendang kemudian bertolak ke Dukuh (Dusun) Tunon untuk melebarkan sayap doktrin Islam yang dipelajarinya. Ia pun menetap di Dukuh Tonon yang saat ini berubah nama dengan sebutan Desa Sendangduwur yang berada di Kecamatan Paciran, Lamongan.

"Waktu ada peperangan di Sidayu, lantas dia pergi ke Sendang Duwur yang dulu disebut Dukuh (dusun) Tunon untuk banat alas atau berdakwah. Ia memulai dakwah dengan bercocok tanam," ungkap keturunan ke-13 Sunan Sendang Duwur, Irvan Masyuri, Kamis (1/12/2022).

Model dakwah di sektor pertanian itu rupanya berhasil meluluhkan hati para warga setempat, yang pada awalnya ragu dan meremehkan karomah yang dimiliki Sunan Sendang Duwur.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Bahkan warga setempat waktu itu itu heran dengan Raden Nur Rohmad yang berhasil mengembangkan pertanian meski kondisi tanah di Dukuh Tunon dikenal tidak subur," urainya.

Disampaikan Irvan, keberhasilan model dakwah yang dilakukan Raden Noer Rohmad menarik perhatian tokoh agama kala itu seperti Sunan Drajat yang sempat beradu kesaktian untuk menjajal jiwa kewalian Raden Noer.

"Keberhasilan Raden Nur Rohmad itu menggerakkan hati warga setempat. Singkat cerita Raden Nur diikuti banyak masyarakat kala itu dan masyarakat yang waktu itu memeluk agama Hindu juga ikut memeluk agama Islam," papar pria yang akrab di sapa Gus Irvan tersebut.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Hingga saat ini jejak Hindu di Makam Sunan Sendang Duwur tetap lestari. Tidak banyak perubahan yang dilakukan penerusnya manapun Sunan Sendang itu sendiri.

Banyak orang yang mempercayai wasilah Sunan Sendang bahkan para warga kerap kali berziarah dan mengunjungi jejak peninggalannya di Paciran Lamongan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.